Harga Sawit

Harga Sawit di Sergai Rp 1.100 Per Kilogram, Dianggap Masih Rendah, Petani Tak Bisa Beli Pupuk

Harga tanda buah segar (TBS) yang masih rendah membuat petani sawit menjerit.

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN / ANUGRAH NASUTION
Hasil perkebunan sawit dari warga di Kota Tebingtinggi usai ditimbang untuk kemudian dibawak ke TPS, Jumat (22/7/2022) 

Kabupaten Sergai sendiri adalah Kabupaten penyuplai hasil padi dan sawit di Sumatera Utara. 

Hal sejalan dengan banyaknya jumlah penduduk berpenghasilan dari pertanian dan perkebunan rakyat. 

Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai, Dedy Iskandar menyebutkan, penurunan pasokan pupuk subsidi dari pemerintah pusat ke daerah membuat suplai pupuk tidak mencukupi jumlah kebutuhan petani yang terdaftar Elektronik Defenitif Kebutuhan Kelompok (E RDKK). 

Dia menyebutkan, secara keseluruhan penerimaan pupuk subsidi yang terdaftar di RDKK sebesar 50.566 petani. 

Sementara alokasi dari Pemerintah Pusat Ke Pemerintah Provinsi sebut Dedy jauh lebih kecil dari jumlah yang dibutuhkan para petani. 

Hal itu yang membuat beberapa petani menjadi kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. 

Dedy menyatakan sejauh ini realisasi pendistribusian pupuk jenis urea ke distrubutor dan kios kios di Kabupaten Sergai telah mencapai 67,28 persen. 

Pendistribusian pupuk sebut dia menyesuaikan kondisi musim tanam. Saat ini tambah Dedy ada dibeberapa Kecamatan seperti di Kecamatan Perbaungan dan Teluk Mengkudu sudah memasuki masa panen. 

(cr17/tribun-medan.com)  


 
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved