Terangka KUR

Mantri Bank Pelat Merah Cabang Perdagangan Jadi Tersangka Kasus Kucuran KUR Tahun 2018-2019

Kejari Simalungun jadikan Mantri Bank Pelat Merah Cabang Perdagangan tersangka penyaluran KUR

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Kepala Kejaksaan Negeri Simalungun, Bobbi Sandri 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIMALUNGUN- Kejaksaan Negeri Simalungun menetapkan Mantri (Marketing Kredit Mikro) Bank Pelat Merah Cabang Perdagangan sebagai tersangka atas dugaan korupsi kucuran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2018 dan 2019.

Tersangka diduga memanipulasi dan memotong dana yang seharusnya utuh terhadap debitur.

Penetapan tersangka ini disampaikan langsung Kepala Kejri Simalungun, Bobbi Sandri melalui press rilis, Jumat (22/7/2022).

Ia menyebut, tersangka ditahan di Lapas Klas IIA Pematangsiantar 

Baca juga: Statement BRI Soal Kasus Pengaduan Nasabah Vira Vazhir yang Uangnya Raib Rp 1,6 M

“Ditetapkan tersangka terhadap Ari Wibowo mantan mantri bank Unit Perdagangan tahun 2017-2020 dengan dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan penyaluran dana kredit untuk rakyat pada tahun 2018-2019,” kata Bobbi.

Dijelaskan Bobbi, Ari Wibowo melakukan pelbagai penyelewengan saat bertugas sebagai mantri.

Mulai dari membuat data debitur palsu sampai memotong uang pinjaman debitur. 

Sebagai catatan, tugas Mantri atau Marketing Kredit Mikro di lingkungan bank pelat merah itu tidak hanya memberikan KUR dan Kredit Usaha Komersial, tetapi juga memberikan edukasi dan literasi keuangan. 

Baca juga: PEMBOBOL Mesin ATM BRI di Kampung PON Diringkus, Satu Pelaku Mantan Karyawan

“Ini program KUR. Iya pasti menyalahi, program KUR ini tidak dilaksanakan seharusnya. Seperti contoh, ada warga yang mendapat Rp 2 juta tapi ini tidak. Ada juga nama-nama fiktif dan pemotongan,” kata Bobby.

“Kerugian negara Rp 622,5 juta. Pelaku sampai saat ini masih sendiri (satu orang) dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kita titipkan ke Lapas Klas IIA Pematangsiantar,” katanya. 

Kejari Simalungun menetapkan Ari Wibowo sebagai tersangka dengan Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 199 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi dengan ancaman kurungan seumur hidup. 

“Sesuai pasalnya, ancaman hukumannya seumur hidup,” tutup Bobbi di sela-sela Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 tahun didampingi Kasi Intelijen Asor Olodaiv Siagian.(Alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved