Berita Persidangan

DUGAAN Korupsi Dana Puskesmas di Deliserdang hingga Setengah Miliar, Sudah Ada Dua Tersangka

Kedua tersangka atas kasus dugaan korupsi pengadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah di Puskesmas Galang dan Puskesmas Patumbak TA 2020.

TRIBUN MEDAN/DOK
Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang. 

Kejari Deli Serdang Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan IPAL Rp 575 Juta

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 575 juta, Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang menetapkan dua tersangka.

Kedua tersangka atas kasus dugaan korupsi pengadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Puskesmas Galang dan Puskesmas Patumbak, Kabupaten Deliserdang Tahun Anggaran 2020.

Baca juga: Persembunyian Nasionalis ‘Black Hundred’ Ukraina Dihancurkan Rudal Darat Militer Rusia

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasi Penkum Kejati Sumut Yos A Tarigan, Sabtu (23/7/2022).

"Iya benar, adapun kedua tersangka yakni masing-masing berinisial DC selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) dan RPCP selaku Wakil Direktur CV. Kinanti Jaya," ucap Yos.

Baca juga: Cara Cek Resi J&T Cargo: Keberadaan Barang Anda Selalu Real Time Update

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Deli Serdang Boy Amali mengatakan, pada tahun Anggaran 2020 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Deli Serdang melaksanakan kegiatan Pengadaan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) di Puskesmas Galang dan Puskesmas Patumbak Kabupaten Deli Serdang.

Adapun anggarannya sebesar Rp.979.000.000.

"Anggaran itu bersumber dari dana DAK fisik bidang kesehatan dan berdasarkan proses tender yang dimenangkan oleh CV. Kinanti Jaya, kemudian Dinkes Kabupaten Deli Serdang membuat kontrak kerja yang ditandatangani oleh PPK Dinkes Deli Serdang dengan Wakil Direktur CV. Kinanti Jaya untuk pelaksanaan pembangunan IPAL di dua puskesmas tersebut," ujar Boy.

Boy menuturkan bahwa dalam pelaksanaan pembangunan IPAL di dua puskesmas tersebut, setelah dilakukan penyidikan oleh penyidik oleh Kejari Deli Serdang didapati bahwa terhadap pengadaan tersebut terdapat mark up.

Mark up dimaksud mencakup harga dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan hasil pengadaan berupa alat IPAL yang terpasang di Puskesmas Galang dan Puskesmas Patumbak tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

"Sehingga menurut perhitungan yang dilakukan oleh ahli menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 575 juta. Terhadap perbuatan tersebut, penyidik Kejari Deli Serdang menetapkan tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata mantan Kasi Intelijen Langkat ini.

Kedua tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke – 1 KUHPidana.

"Subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke – 1 KUHPidana," pungkasnya.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved