Niat Puasa

Niat Puasa Weton beserta Tata Cara dan Manfaat Melakukannya, Tradisi Kejawen yang Masih Melekat

Dalam praktik masyarakat Kejawen yang berhubungan dengan hal ini, dikenal pula sebuah kebiasaan yang disebut puasa Weton.

Penulis: Dina purnama | Editor: Royandi Hutasoit
Freepik.com
Ilustrasi ibadah  

TRIBUN-MEDAN.com - Jika Anda berasal dari suku Jawa pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah weton.

Weton adalah hitungan hari lahir seseorang yang digunakan sebagai patokan untuk meramal suatu hal. Cara menghitung weton biasa dilakukan berdasarkan hari dan pasaran.

Weton juga ada yang dihitung berdasarkan bulan dan tahun kelahiran.

Dalam praktik masyarakat Kejawen yang berhubungan dengan hal ini, dikenal pula sebuah kebiasaan yang disebut puasa Weton.

Puasa Weton adalah puasa yang dilakukan saat hari kelahiran atau weton yang sesuai dengan penanggalan Jawa. Tradisi masyarakat Kejawen ini ternyata masih dilestarikan hingga saat ini.

Puasa weton biasanya dilakukan dengan tujuan agar hajat atau keinginan orang yang melaksanakannya dapat terwujud. Puasa weton yang rutin dipercaya dapat membawa hal-hal yang baik dan positif

Berikut beberapa manfaat  dan cara jika anda ingin melakukan puasa Weton.

Puasa weton diketahui terbagi menjadi 3 jenis yaitu puasa satu hari penuh, puasa ngebleng tiga hari, dan puasa ngebleng tujuh hari yang dilakukan secara berturut-turut.

Adapun bacaan niat puasa weton yang biasa dilafazkan adalah sebagai berikut,

“Niat Ingsun pasa ing dina kelahiran tanpa mangan tanpa ngombe kangge (sebutkan hajat/keinginan) kerono Allah Ta’ala”

Artinya: “Aku niat berpuasa pada hari kelahiran untuk mendapatkan (sebutkan hajat) karena Allah Ta’ala”.

Sementara itu, tata cara pelaksaan puasa weton dalam adat Kejawen menurut catatan kitab Jawa adalah sebagai berikut :

  • Melakukan sahur dan berbuka puasa.
  • Puasa dimulai sejak fajar sampai magrib.
  • Apabila muslim, sebelum subuh melakukan salat dua rakaat dan selalu menjaga wudhu sepanjang hari. Jika batal lakukan, wudhu kembali.
  • Selalu bersyukur.
  • Persiapkan tujuh jajanan pasar di waktu berbuka serta bubur merah dan putih untuk buka.
  • Akan lebih baik jika melakukan mandi kembang tujuh rupa, siramkan dari atas kepala sampai ujung kaki.

Khusus untuk puasa ngebleng tiga hari, lakukan sahur dan buka masing-masing satu kali.

Jika Anda melakukan puasa weton untuk pasangan, sebaiknya Anda juga melaksanakan mandi jinabat (keramas) disertai niat yang baik dan minta keridaan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved