Brigadir J Tewas Ditembak
TERUNGKAP Kondisi Terkini Putri Candrawathi, Istri Irjen Ferdy Sambo dan Keberadaan Bharada E
Irjen Fadil memberikan salaman hingga pelukan. Bahkan, Fadil tak segan untuk mencium kening Ferdy Sambo. Momen pertemuan keduanya seketika haru sendih
TRIBUN-MEDAN.COM - Terungkap Kondisi Putri Candrawathi, Istri Irjen Ferdy Sambo dan Keberadaan Bharada E.
Hingga saat ini, Minggu (24/7/2022), Putri Candrawathi, istri Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo, dan Bharada Richard Eliezer (Bharada E), tidak tahu ke mana "rimbanya".
Sebelumnya berdasarkan hasil keterangan polisi, Brigadir J tewas usai terlibat adu tembak dengan Bharada E pada Jumat (8/7/2022) lalu.
Dalam peristiwa ini disebutkan, diawali dari dugaan pelecehan sekual yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap istri dari Kadiv Propam nonaktif.
Tak cuma itu, Brigadir J juga disebut mengancam dengan menodongkan menggunakan pistol ke kepala istri Kadiv Propam nonaktif tersebut.
Aksi Brigadir J diketahui oleh Bharada E yang kebetulan berada di lantai dua rumah dinas Irjen Ferdy Sambo itu.
Lalu, Bharada RE bertanya baik-baik apa yang sebenarnya terjadi kepada Brigadir J, namun Brigadir J malah melepaskan tembakan.
Kemudian terjadi adu tembak hingga Brigadir J tewas dengan terjangan 5 peluru dari pistol Brimob Bharada E pada pukul 17.00 WIB.
Namun, peristiwa tembak menembak ini dianggap publik banyak kejanggalan dan keganjilan.
Setelah peristiwa itu diumumkan ke publik pada Senin (11/7/2022), sosok istri Kadiv Propam nonaktif dan Bharada E tak pernah muncul.
Sebagaimana diketahui, istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, merupakan salah satu saksi kunci utama dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
Sementara, Irjen Ferdy Sambo baru pertama kali muncul ke publik melalui video yang beredar saat pertemuannya dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran pada Rabu (13/7/2022) lalu. Pertemuan keduanya berlangsung di sebuah ruangan tertutup.
Irjen Fadil seketika memberikan salaman hingga pelukan. Bahkan, Fadil tak segan untuk mencium kening Ferdy Sambo. Momen pertemuan keduanya seketika memberikan suasana haru kesedihan. Ferdy Sambo tapak memeluk Fadil.
Saat di pelukan Fadil, Ferdy Sambo nampak menangis tersedu. Pun demikian dengan Fadil yang juga tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Bahkan, Fadil beberapa kali menepuk-nepuk dan mengelus pundak Ferdy Sambo. Fadil bahkan mencium kening Ferdy. Lalu diiringi kembali dengan tepukan di pundak Ferdy.
Itulah kemunculan pertama Irjen Ferdy Sambo ke publik setelah kejadian mematikan di rumah dinasnya pada 8 Juli 2022 tersebut hingga saat ini, 24 Juli 2022.
Bagaimana kabar Putri Candrawathi dan Bharada E? Di mana Mereka?
Pada Sabtu (23/7/2022), Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menggelar pra-rekonstruksi lanjutan kasus dugaan pelecehan dan pengancaman terhadap Istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Pra-rekonstruksi lanjutan ini digelar di kediaman Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, pra-rekonstruksi pertama sudah dilakukan di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya (BPMJ) pada Jumat (22/7/2022) malam. Pra-rekonstruksi ini merupakan bagian dari penyidikan yang ditangani Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan pencabulan dan ancaman pembunuhan dengan terlapor Brigadir J yang tewas di TKP.
"Ya benar (pra-rekonstruksi) dilaksanakan oleh penyidik Polda Metro Jaya," kata Dedi saat dikonfirmasi, dikutip dari TribunJakarta.
"Pertama laporan pencabulan, kedua pengancaman dan percobaan pembunuhan," sambungnya.
Namun, dalam dua kali pra-rekonstruksi ini, Irjen Ferdy Sambo, istri, dan Bharada E tidak dihadirkan. "Tidak menghadirkan yang bersangkutan," kata Dedi, Sabtu (23/7/2022). Kadiv Humas Polri ini menyampaikan pra-rekonstruksi ini hanya penyidik Polda Metro Jaya.
Dedi menerangkan, pra-rekonstruksi ini merupakan pendalaman dari prarekonstruksi yang dilakukan penyidik pada Jumat (22/7/2022) malam.
"Yang hadir hanya inafis, labfor, dokpol dan penyidik di TKP. Yang saya dapat hanya pendalaman kembali dari pra-rekonstruksi semalam oleh tim inafis, labfor, dokpol dan penyidik gabungan," pungkasnya.
Terlepas dari kasus penembakan antaranggota di rumah dinas tersebut, Andy mengatakan Komnas Perempuan memandang kondisi P sebagai fokus utama.
Terkait keberadaan Bharada E, Dedi mengatakan di Polda Metro Jaya (PMJ). "Bharada E di Polda," kata Irjen Dedi. Sedangkan keberadaan Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, Dedi mengaku tak mengetahuinya. "Saya enggak tahu," ujarnya.
Sementara, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian mengatakan tidak dihadirkannya para saksi utama karena prarekonstruksi hanya merupakan pendalaman. Dalam prarekonstruksi, hanya menghadirkan penyidik sebagai pemeran pengganti.
Hal ini akan berbeda dengan rekonstruksi yang nantinya akan mengadirkan saksi utama. “Prarekonstruksi dengan rekonstruksi berbeda, karena pra-rekonstruksi itu tidak menghadirkan, atau hanya menghadirkan penyidik yang berperan pemain pengganti,” kata Andi, dikutip dari Tribunnews.com.
Sementara pada kegiatan rekonstruksi, baru lah seluruh saksi termasuk Bharada E dilibatkan. “Nanti pas rekonstruksi akan menghadirkan seluruh saksi,” ungkapnya.
Andi menerangkan, adegan yang diperankan dalam prarekonstruksi ini adalah seluruh berkaitan dengan tembak-menembak. Adegan tersebut dicocokkan dengan keterangan yang dihimpun dari para saksi.
“Semua adegan kaitan dengan tembak menembak. Kita mencocokkan sesuai dengan apa yang dilaporkan saksi ya,”pungkasnya.
Kolase Foto Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan Brigadir Josua Hutabarat (Brigadir J). (Instagram)
Kondisi mental istri Irjen Ferdy Sambo masih terguncang
Adapun kondisi istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, tersebut hingga kini dikabarkan mentalnya masih terguncang.
Berikut sejumlah fakta yang mengabarkan kondisi terkini Putri Candrawathi:
1. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan)
Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyan mengingatkan semua pihak untuk menghentikan berbagai spekulasi terkait peristiwa di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Hal itu tujuannya untuk proses pemulihan kondisi Putri Candrawathi yang saat ini masih syok.
Andy Yentriyani mengatakan publik sebaiknya sabar menunggu hasil investigasi tim khusus (Timsus) bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Ia berpendapat berbagai spekulasi yang menjadi isu liar saat ini akan berimbas pada lambatnya pemulihan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Imbasnya, Timsus akan sulit mendapatkan keterangan dari Putri Candrawathi yang menjadi saksi kunci peristiwa tersebut. “Semua spekulasi khususnya terkait motif menurut kami akan lebih banyak menyudutkan pihak Ibu P, sehingga itu menghalangi beliau untuk bisa pulih,” kata Andy Yentriyani kepada wartawan, Kamis (21/7/2022).
Menurutnya, Komnas Perempuan saat ini tengah melakukan pendalaman kasus terkait pelaporan Putri Candrawathi sebagai korban kekerasan seksual. “Kami mengupayakan siapa pun yang melaporkan kekerasan seksual, yang pertama harus kita pastikan adalah upaya perlindungan dan pemulihannya dilakukan semua pihak,” ujar dia.
Penuturan Andy Yentriyan, Komnas Perempuan memandang kondisi Putri Candrawathi sebagai fokus utama. “Kalaupun memang dia adalah saksi dari peristiwa, tetap butuh dia pulih dulu baru bisa bercerita. Yang jadi fokus kami adalah Ibu P punya ruang untuk pemulihan. Ibu P masih dalam kondisi sangat syok. Saat ini Ibu P hanya menangis saja, makanya kami butuh ruang lebih untuk bisa mendampingi kasusnya,” punkgas Andy.
Andy Yentriyan memastikan Komnas Perempuan terus memonitor perkembangan kondisi istri Irjen Ferdy Sambo dan akan berkoordinasi dengan Tim khusus (Timsus) maupun Komnas HAM bila ditemukan informasi tambahan.
2. Psikolog anak, remaja, dan keluarga
Novita Tandry yang ditunjuk sebagai psikolog anak, remaja, dan keluarga menyebutkan kondisi istri Irjen Ferdy Sambo.
Saat pertama kali bertemu dengannya pada Selasa (12/7/2022), disebutkan kondisi dari Putri Candrawathi syok hingga merasa takut.
"Masih syok, sedih, malu, takut, panik dan cemas serta terus menerus menangis,"tutur Novita.
"Kami sudah mendampingi sebanyak 3 kali," sambungnya.
Novita Tandry menjelaskan kalau kondisi trauma berat tersebut disebabkan oleh peristiwa baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J.
Novita mengaku melakukan trauma healing kepada Putri. Tindakan ini dilakukan untuk membuat kondisinya menjadi lebih baik.
3. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)
Sementara, Komnas HAM kini masih tengah melakukan tugasnya. Komnas HAM telah mengumpulkan keterangan dari keluarga korban Brigadir J di Jambi.
Komnas HAM juga berharap bisa bertemu langsung dengan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi. Hal itu untuk mengumpulkan keterangan terkait kematian Brigadir J.
Anggota Komnas HAM Choirul Anam mengatakan pihaknya menghormati keputusan istri Ferdy Sambo jika ingin mendapat pendampingan psikologis.
"Kalau memang dibutuhkan pendamping psikologis, Komnas HAM setuju dan menghormatinya," kata Anam.
Selain itu, lanjutnya, Komnas HAM juga akan meminta keterangan dari dokter forensik, polisi, dan tim siber yang menangani kasus tersebut.
Bahkan Irjen Ferdy Sambo pun tak luput untuk dimintai keterangan atas kematian Brigadir J.
Menurut Anam, pengumpulan data-data dan keterangan dari berbagai pihak tersebut sangat dibutuhkan.
Hal itu agar peristiwa baku tembak yang disebutkan polisi tersebut dapat semakin jelas diungkap ke publik dan dipertanggungjawabkan.
4. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas)
Kompolnas akan mendalami alibi Irjen Ferdy Sambo dalam kasus tewasnya Brigadir J. Pasalnya, Irjen Sambo disebut sedang melakukan tes PCR saat kejadian berlangsung. Lalu, saat Sambo tiba di rumah dinasnya, Brigadir J sudah ditemukan tewas.
"Termasuk itu didalami, akan dicek alibinya," ujar Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto.
Benny menjelaskan, pihak-pihaknya akan mencari saksi-saksi yang melihat bahwa Sambo benar-benar sedang tes PCR di hari kejadian. Selain itu, juga petugas yang melayani tes PCR Ferdy Sambo, dan saksi-saksi lainnya.
Lebih jauh, Benny mengatakan Kompolnas juga akan mendalami di mana keberadaan Sambo saat penembakan Brigadir J. "Iya (akan dicari tahu)," imbuhnya.
Sebelumnya, Anggota Kompolnas, Poengky Indarti, menyoroti peristiwa yang menimpa istri Irjen Ferdy Sambo, yang diduga mengalami pelecehan dari Brigadir J.
"Kasus pelecehan masuk dalam kategori kekerasan seksual yang dapat menyerang perempuan di mana saja, kapan saja, dapat menimpa perempuan siapa saja, dan tindakan keji tersebut dapat dilakukan oleh orang-orang yang kita kenal," kata Poengky Indarti, Selasa (12/7/2022).
Poengky Indarti berpendapat korban kekerasan seksual dan orang yang melindungi korban kekerasan seksual harus dilindungi.
Namun, masyarakat diminta sabar menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Khusus terkait penembakan yang menewaskan Brigadir J oleh Bhayangkara Dua (Bharada) E tersebut. "Kami mendukung pemeriksaan yang profesional, transparan dan akuntabel dalam kasus ini," ujar Poengky.
Poengky Indarti juga tak menanggapi isu liar. "Kami tidak akan menanggapi isu liar," kata Poengky.
Poengky mengatakan pihaknya hanya melihat fakta di lapangan. "Kami hanya melihat fakta di lapangan dan dikuatkan dengan dukungan scientific crime investigation,"tegasnya.
5. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)
Juru Bicara LPSK Rully Novian mengatakan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) dan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, telah mengajukan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Keterangan Bharada E itu disampaikan saat mengajukan permohonan perlindungan saksi di LPSK. “Itu masih dalam materi penelaahan kami apakah terancam atau tidak. Tetapi memang kami belum bisa sampaikan,” Rully Novian, Jumat (22/7/2022).
Rully menjelaskan Bharada E telah menceritakan peristiwa yang terjadi di rumah mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. "Dia (Bharada E) menceritakan dengan baik terkait runutan peristiwa dalam konteks yang diketahuinya," ujar Rully.
Namun, kata Rully, Bharada E masih enggan menceritakan secara detail mengenai baku tembak yang menewaskan Brigadir J.
LPSK berencana memintai keterangan ulang kepada Bharada E sekaligus melakukan pemeriksaan psikologisnya.
Sementara, mengenai istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, LPSK telah bertemu tetapi belum mendapatkan keterangan karena kondisi yang masih syok.
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengungkapkan, tim dari LPSK akan menggagendakan pemeriksaan aspek psikologis terhadap istri Ferdi Sambo dan Bharada E. Selain itu LPSK juga mendatangi Polda Metro Jaya beserta tim investigasi yang dibentuk oleh Polri untuk mengumpulkan informasi dan bukti-bukti.
"Kita sudah bertemu dengan Ibu PC, dan Bharada E sejak pekan lalu, namun untuk Ibu PC belum bisa diwawancarai karena masih terguncang. Jadi tidak ada tanya jawab," kata Edwin, Kamis (21/7/2022).
Edwin mengatakan, LPSK akan mengagendakan pemeriksaan aspek psikologis PC dan Bharada E sebelum memberikan perlindungan. "Kita mengagendakan untuk pemeriksaan akses psikologis terlebih dahulu kepada Ibu PC,termasuk juga kepada Bharada E. Ada beberapa keterangan yang masih kami butuhkan dan masih kami akan tanyakan kepada yang bersangkutan," ujarnya.
(*/tribun-medan.com/tribunnews.com/tribunjakarta.com/kompas.com/kompas.tv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Istri-Ferdy-Sambo-dan-Bharada-E-Kemana.jpg)