Kasus Korupsi

MASUK DPO selama 6 Tahun terkait Korupsi Rp 24 Miliar, Eks Kacab BSM Medan Divonis 7 Tahun Penjara

Mantan Kepala Cabang PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Jalan Gajah Mada Medan, Waziruddin divonis 7 tahun penjara terkait kasus korupsi Rp 24 M.

TRIBUN MEDAN/GITA
Sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 6 tahun perkara korupsi Rp 24 miliar, kini Mantan Kepala Cabang (Kacab) PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Jalan Gajah Mada Medan, Waziruddin divonis 7 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (28/7/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 6 tahun perkara korupsi Rp 24 miliar, kini mantan Kepala Cabang (Kacab) PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Jalan Gajah Mada Medan, Waziruddin divonis 7 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (28/7/2022).

Majelis Hakim dalam amar putusannya menuturkan, bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama.

"Menjatuhkan terdakwa Waziruddin dengan pidana penjara selama 7 tahun, denda Rp 300 juta, apabila tidak dibayar diganti pidana 3 bulan kurungan," kata hakim ketua Immanuel Tarigan.

Baca juga: POLISI Amankan 91 PMI Ilegal yang Akan Berangkat ke Malaysia dari Perairan Sei Silo Asahan

Majelis Hakim dalam amar putusannya menuturkan, bahwa adapun hal memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah memberantas tindak pisana korupsi, dan terdakwa berbelit-belit di persidangan.

"Hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum," ucap hakim.

Menurut hakim, terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

"Yakni melakukan atau turut serta secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau korporasi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara dalam pengajuan kredit (pinjaman) dari Koperasi Karyawan Pertamina Unit Pemasaran (Kopkar UPms-I) Medan ke PT BSM Cabang Gajah Mada Medan," ujar hakim.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejati Sumut Hoplen Sinaga yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana 14 tahun penjara, denda Rp500 juta, subsidar 6 bulan kurungan.

Sebelumnya, JPU Ingan Malem Purba mendakwa Waziruddin melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan Khaidar Aswan, selaku Ketua Koperasi Karyawan Pertamina Unit Pemasaran (UPms-I) Medan (sudah diadili dan berkekuatan hukum tetap).

Dikatakan JPU, di tahun 2010 sampai tahun 2012, Waziruddin selaku Kacab PT BSM Gajah Mada Medan menyetujui pinjaman yang diajukan Khaidar Aswan.

Baca juga: CARA Atasi Perut Kembung secara Alami, Konsumsi Minuman Jahe hingga Kendalikan Stress

"Terdakwa memerintahkan stafnya agar dokumen-dokumen anggota karyawan koperasi di PT Pertamina UPms-I Medan tersebut seolah-olah dinyatakan telah lengkap serta pembukaan aplikasi, rekening dan pembukaan buku tabungan yang disiapkan Anis Wanda dengan kesimpulan terdakwa," kata JPU.

Padahal kata JPU, anggota koperasi karyawan PT Pertamina UPms-I Medan tidak pernah membuka buku rekening secara langsung di PT BSM Jalan Gajah Mada Medan.

"Bahwa pada tahun 2011 Khaidar Aswan selaku Ketua Koperasi Karyawan Pertamina UPMS-I Medan mengajukan permohonan pinjaman kredit kepada PT Bank Syariah Mandiri cabang Gajah Mada Medan dengan plafond sebesar Rp 30 miliar dengan kredit rencana pinjaman karyawan dan jenis fasilitas Mudharabah wal Murabahah / Ijarah (wa’ad)," ujar JPU.

Bahwa atas permohonan dari Drs Khaidar Aswan selanjutnya Terdakwa dan Nurhadi melakukan kunjungan Nasabah ke kantor Koperasi Karyawan PT Pertamina UPMS-I Medan dan bertemu dengan Pengurus Koperasi.

Bank plat merah yang dipimpin terdakwa lantas menggelontorkan pinjaman sebesar Rp27 miliar.

"Berdasarkan perhitungan akuntan publik, l ditemukan kerugian keuangan negara mencapai Rp24.804.178.121,85," kata JPU.

Diberitakan sebelumnya, bahwa Waziruddin sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kejaksaan 6 tahun lebih, sejak tahun 2016 lalu.

Ia pun berhasil diamankan di rumah kontrakannya yang beralamat di Perum Merkuri Selatan XVII, Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Provinsi Jabar setelah sepekan dilakukan pengintaian oleh tim Tangkap Buronan (Tabur) Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut).

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved