Berita Internasional

Penjara di Olenivka Diserang Roket Buatan AS, Rusia Tuding Ukraina Bunuh Tentaranya Sendiri

Rusia pada Jumat (29/7/2022) menuding pasukan Kyiv menyerang penjara yang dihuni tawanan perang UKraina di Donetsk.

UKRAINE EMERGENCY SERVICE via AFP
Reruntuhan hotel yang sebagian hancur terkena rudal di Bakhmut, wilayah Donetsk, di tengah perang Rusia vs Ukraina terkini pada 27 Juli 2022. Foto diambil dan dirilis oleh layanan darurat Ukraina.(UKRAINE EMERGENCY SERVICE via AFP) 

TRIBUN-MEDAN.com - Rusia pada Jumat (29/7/2022) menuding pasukan Kyiv menyerang penjara yang dihuni tawanan perang Ukraina di Donetsk.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, penjara di Olenivka wilayah Donetsk yang dikuasai separatis diserang dengan sistem roket HIMARS buatan Amerika Serikat (AS) pada Kamis (28/7/2022) malam.

"Empat puluh tawanan perang Ukraina tewas dan 75 luka-luka," kata Kemenhan Rusia dikutip dari kantor berita AFP, seraya menambahkan bahwa delapan pegawai di penjara juga terluka.

Baca juga: Satu Kompi Brigade Serangan Gunung ke-10 Angkatan Bersenjata Ukraina Hancur Total di Artemivsk

Pemimpin separatis di Donetsk, Denis Pushilin menyebutkan bahwa 47 orang tewas, sedangkan pasukan pertahanan teritorial mengatakan 53 nyawa terenggut.

Adapun penjara tersebut menampung 193 tahanan pada saat serangan, kata Pushilin dalam komentar yang disiarkan televisi Pemerintah Rusia.

Kemenhan Rusia mengungkapkan, anggota batalion Azov yang mempertahankan pabrik baja Azovstal di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina, termasuk yang menjadi tawanan perang di penjara Olenivka.

Rusia menggambarkan bekas unit paramiliter yang sebelumnya memiliki hubungan dengan kelompok sayap kanan itu sebagai organisasi neo-Nazi.

Stasiun TV Rusia menunjukkan pemandangan yang tampak seperti barak hancur dan tempat tidur logam yang ringsek, tetapi tidak ada korban terlihat.

Baca juga: MTU-90 Jembatan Portabel Canggih Militer Rusia, Mampu Dilewati Kendaraan Seberat 50 Ton

Moskwa mengeklaim bahwa provokasi itu dirancang untuk mencegah pasukan Ukraina meletakkan senjata dan menyerah.

"Provokasi mengerikan ini dilakukan untuk mengintimidasi prajurit Ukraina," sebut Kemenhan Rusia.

Sementara itu, Pushilin mengeklaim pasukan Kyiv menyerang penjara Ukraina karena tawanan perangnya mulai memberikan kesaksian.

Sekitar 2.500 tentara Ukraina menyerah pada Mei setelah dikepung dan melawan selama berminggu-minggu di pabrik baja Azovstal, benteng terakhir Mariupol.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved