Breaking News:

Berita Deliserdang

Warga Lubukpakam Kesulitan Air Bersih Berhari-hari, PDAM Tirta Deli hingga Kini Tak Ada Perbaikan

Disebut setelah beberapa hari air mati bisa sesekali air kembali mengalir dengan sendirinya. Itupun disebut terjadi pada tengah malam. 

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN/INDRA
KANTOR PDAM Tirta Deli yang berada di Jl Tirta Deli Lubukpakam, Kamis (27/8/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Beberapa pelanggan PDAM Tirta Deli di kawasan Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang kembali mengeluh.

Hal ini lantaran sudah beberapa hari mereka tidak mendapatkan air bersih dari BUMD Pemkab Deliserdang itu. Satu diantaranya adalah Beti pelanggan di Jalan Perbatasan Kelurahan Lubukpakam Pekan. 

"Dua hari ini nggak ada mengalir airnya. Pusing kita karena nggak ada air. Saya terpaksa minta air ke tetangga yang pakai sumur bor, "ucap Beti Jum, at, (29/7/2022). 

Pelanggan ini mengaku masalah air di rumahnya ini sudah terjadi sebelum imlek.

Disebut setelah beberapa hari air mati bisa sesekali air kembali mengalir dengan sendirinya. Itupun disebut terjadi pada tengah malam. 

"Mulai sebelum imlek masalahnya. Intinya lebih banyak matinya dari pada jalannya. Tiga hari lalu sempat ada airnya tapi dua hari ini total tidak pernah ada lagi. Nggak bisa tidur karena mikirin air ini," kata Beti. 

Sementara itu Kepala Unit PDAM Tirta Deli Lubukpakam, Topan menyebut sepengetahuannya tidak ada kendala saat ini.

Karena itu disebut seharusnya tidak ada masalah juga ke pelanggan yang ada di wilayah Lubukpakam. Karena hal ini ia pun mengaku akan menindaklanjutinya ke pelanggan. 

"Boleh kami tau alamatnya bang? Nanti kami pastikan apa masalahnya. Karena sekarang ini tidak ada masalah. Kasih saja nomor HP yang bisa dihubungi nanti kami tindaklanjuti," kata Topan. 

Topan menyebut dari pengalaman kondisi seperti ini bisa saja terjadi akibat ada yang tersumbat.

Selain di daerah lubang bor bisa juga pada bagian meteran pelanggan. Kalau sudah tersumbat harus dilakukan pembongkaran. 

"Biasanya tersumbat akibat pasir atau batu. Kadang-kadang waktu kita lakukan pemeliharaan itu dan motong pipa ada yang masuk kotoran, disitulah terjadi proses sumbat," kata Topan

"Biasanya terjadi di wilayah yang memilik tekanan lemah seperti daerah Bakaran Batu (dekat dengan rumah pelanggan)," lanjut Topan.

(dra/tribun-medan.com).  
 
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved