Breaking News:

Brigadir J Ditembak Mati

Brigadir J Ditembak dari Jarak Dekat, Bharada E Akui Tembak Dua Kali, Siapa Penembak Lainnya?

Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ditembak dari jarak dekat sebelum meninggal dunia.

Editor: Abdi Tumanggor
Kolase Tribun-Medan.com
Bharada E vs Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ditembak dari jarak dekat sebelum meninggal dunia.

Hal itu berdasarkan hasil wawancara LPSK dengan Bharada E sebelum ia ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Brigadir J.

"Tembakan itu dari jarak dekat," kata Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) Edwin Partogi, Jumat (5/8/2022).

Namun, Edwin tidak memerinci jarak dekat yang dia sebut dengan ukuran angka.

Adapun Brigadir J tewas di rumah mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Irjen Ferdy Sambo.

Terkait kematian Brigadir J, Polri menetapkan Bharada E sebagai tersangka.

Edwin juga mengatakan, sebaiknya tim penyidik yang melakukan penyidikan yang mengungkapkan hal tersebut.

"Persisnya berapa meter saya enggak mau sampaikan, tetapi tembakan itu dari jarak dekat," ujar dia.

"Saya enggak mau sebutkan, biar nanti penyidiknya saja yang bilang," kata Edwin.

Ia juga mengungkapkan fakta lain, yaitu status Bharada E yang sebenarnya merupakan sopir Irjen Ferdy Sambo dan bukan merupakan aide de camp (ADC) atau ajudan.

Bharada E menjadi sopir Ferdy Sambo sejak November 2021.

Sejak saat itu, Bharada E dibekali senjata dari Propam Polri.

Bharada E juga tidak mahir menembak karena baru memegang senjata dan hanya memiliki klasifikasi kemampuan menembak kelas satu.

"Dia kategori kemampuan menembak kelas satu. Jadi menembaknya biasa saja. Dia kalau jago menembak bakal jadi aset, ikut lomba. Ya kan aset, itu aset buat Polri juga," ujar Edwin.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Bharada E meminta perlindungan kepada LPSK.

Namun, hingga kini LPSK belum memberikan perlindungan kepadanya.

Menurut Edwin, perlindungan baru diberikan apabila Bharada E menjadi justice collaborator atau pelaku yang bekerja sama.

Bharada E disangkakan melanggar Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).  Ia langsung ditahan setelah diumumkan sebagai tersangka.

Baca juga: EPS 29 Kematian Brigadir J: Bharada E Bukan Pengawal atau Ajudan Tapi Sopir, Dua LP Diduga Rekayasa

Baca juga: TAK BISA DIBOHONGI LAGI, Terungkap Irjen Ferdy Sambo Tiba di Jakarta 7 Juli Bukan Tanggal 8 Juli

Ferdy Sambo Tiba Sehari Lebih Dulu ke Jakarta  

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap fakta baru kasus penembakan Brigadir J di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufik Damanik mengatakan pihaknya memiliki bukti baru yang menunjukkan Irjen Ferdy Sambo tiba sehari lebih awal di Jakarta ketimbang rombongan istrinya.

Bukti ini membantah kronologi yang sebelumnya menyebut Irjen Sambo, Istri dan ajudan tiba di hari yang sama hanya selang beberapa waktu. Irjen Ferdy Sambo tiba sehari sebelum peristiwa kematian Brigadir J.

Bukti baru ini berhasil dikumpulkan Komnas HAM dari foto-foto kegiatan Ferdy Sambo bersama dengan istri dan para ajudan di Magelang.

Menurut keterangan dari pihak Komnas HAM, berdasarkan keterangan dari hasil pemeriksaan Bharada E, selaku pihak yang terlibat dalam baku tembak, ada dua kali tembakan yang dilepaskan dari jarak dekat.

Kemudian, Ahmad Taufan Damanik menyebut Bharada E mangakui menembak rekan kerjanya itu.

Peristiwa itu bermula saat Bharada E yang baru tiba di rumah dinas Ferdy Sambo untuk menjalani isolasi mandiri.

"Kemudian dia (Bharada E) naik ke lantai dua menuju ke ruangan tidur ajudan," kata Taufan.

Ditambahkan oleh Taufan, Bharada E merasa mendengar suara teriakan istri Ferdy Sambo, Putri.

Tak lama dia turun dan melihat Brigadir J.

"Dia bertanya dengan suara yang lebih kuat karena kaget, 'ada apa ini?’," jelas Taufan.

Namun, dia tak bisa memastikan, apakah Brigadir J sudah ditembak terlebih dahulu di kamar sebelum beranjak keluar kamar. 

Lanjut Taufan, Brigadir J mengarahkan senjata kepada Bharada E dan menembak.

"Menurut dia, kena tembakannya," kata Taufan.

"Kemudian dia (Bharada E) datang lebih dekat kira-kira jarak dua meter, lalu menembak dua kali lagi untuk memastikan orang yang menyerang betul-betul bisa dilumpuhkan (dimatikan," ujar Taufan.

"Itu kesaksian dia sebagai terduga penembakan sebanyak dua kali dari jarak dekat," pungkas Ketua Komnas HAM RI.

Bharada E juga tidak melihat kejadian yang terjadi di dalam kamar. 

Bharada E hanya melihat Brigadir J telah di depan pintu dengan kondisi yang tak bisa dijelaskan.

Baca juga: Hotman Paris Soroti Istri Ferdy Sambo Kapan Lakukan Pelaporan Terkait Pelecehan, Apa Betul Trauma?

Baca juga: TERUNGKAP Laporan Pengancaman yang Dituduhkan Terhadap Brigadir J Ternyata Bharada E Bukan Putri

(*/tribun-medan.com/kompas.tv/kompas.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved