Breaking News:

Kontroversi Tewasnya Brigadir Yosua

'Seolah-olah Kita Bodoh, Nembak Saja Belum Lurus', Jawaban Kamaruddin Soal Bharda E Disebut Sniper

Kuasa hukum Bharada E Andreas Nahot Silitonga tetap bersikeras bahwa kliennya personel polisi jago tembak. 

YouTube Refly Harun
Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum keluarga Brigadir J. Kamaruddin menaggapi tentang pernyataan Bharada E jago nembak. 

Andreas pun menyebut, pihaknya akan membuktikan keahlian menembak Bharada E di persidangan nantinya.

"Pada waktunya nanti akan kami buktikan, training apa saja yang sudah dia lewati, senjata apa saja yang sudah dia pelajari."

"Kita juga akan buktikan di pengadilan, bisa tidak dia menyatukan dan menggunakan senjata itu," kata dia.

Di lain sisi, pernyataan Bharda E jago menembak sudah dipatahkan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyatakan, Bharada E bukanlah seorang penembak jitu seperti yang disebutkan Kombes Budhi Herdi Susianto yang saat itu menjabat Kapolres Jakarta Selatan pada awal mencuatnya kasus ini.

"Beberapa hal yang mungkin harus diketahui Bharada E ini bukan sniper, bukan ajudan (ADC) Bharada E ini adalah sopir," kata Edwin saat dikonfirmasi awak media, Kamis (4/8/2022).

Dalam tugasnya, Bharada E kata Edwin, merupakan sopir untuk akomodasi Irjen pol Ferdy Sambo.

Keterangan itu didapat Edwin saat dirinya melakukan pemeriksaan tes assessment psikologis terhadap Bharada E.

Selain itu, dalam temuan LPSK didapati keterangan kalau Bharada E baru menggunakan pistol jenis Glock pada November 2021 dari Divisi Propam Polri.

"Dia baru dapat pistol itu bukan November tahun lalu, menurut keterangannya itu dari Propam," kata Edwin.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved