Viral Medsos

Benda Aneh dan Kotoran yang Dipungut Ini Ternyata Harganya Capai Rp 4,5 Miliar dan Rp 10 Miliar

Siapa sangka benda aneh itu ternyata merupakan sebuah harta karun berupa obat berkhasiat. Di pelelangan, benda aneh itu dihargai Rp 10 miliar.

Editor: AbdiTumanggor
Daily Mirror/ViralPress
Petugas, sedang memeriksa kotoran termahal di dunia tersebut yang laku seharga Rp 4,5 miliar. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bak ketiban durian runtuh, pria ini dapat rezeki nomplok dari benda aneh yang ia pungut di pinggir jalan.

Siapa sangka benda aneh itu ternyata merupakan sebuah harta karun berupa obat berkhasiat. Di pelelangan, benda aneh itu dihargai Rp 10 miliar.

Melansir dari eva.vn Sabtu (6/8/2022), kejadian ini dialami oleh pria bernama Yi yang tinggal di Dalian, Liaoning, Tiongkok.

Peristiwa bermula saat Yi mengemudi dan melewati kawasan rerumputan pada Mei 2020 lalu. Tiba-tiba ia melihat sebuah benda yang mirip dengan tunggul pohon.

Jamur seharga Rp 10 miliar dilelang
Jamur reishi seharga Rp 10 miliar di pelelangan (Eva.vn)

Penasaran, Yi akhirnya mengangkut benda aneh itu ke mobilnya dan membawanya pulang.

Benda yang ditemukan Yi s endiri memiliki ciri-ciri berwarna cokelat kemerahan, keriput, elastis saat disentuh, memiliki tinggi setengah meter dan berat 51 kg.

Yi sendiri menduga bahwa benda itu merupakan jamur reishi.

Untuk membuktikan hal itu, Yi pun melakukan sejumlah eksperimen yang ia cari tahu dari internet. Awalnya, Yi merendam benda itu ke dalam bak air.

Daam waktu singkat benda itu menyerap semua air itu. Setelah direndam air seharian, berat benda itu bertambah menjadi 60 kg.

Tak hanya itu, Yi juga mengambil potongan kecil benda itu dan mencampurnya dengan air panas. Tak disangka potongan kecil itu meleleh dengan cepat.

Di mana eksperimen itu membuktikan bahwa benda yang ditemukan Yi itu benar adalah jamur reishi.

Yi pun langsung menghubungi perusahaan lelang di Kota Shenyang, Provinsi Liaoning untuk menjual jamur tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak perusahaan membenarkan bahwa benda aneh itu adalah jamur reishi.

Kini jamur reishi berukuran sangat besar itu dilelang dengan harga mulai Rp 10 miliar.

Sayangnya, jamur reishi tersebut belum laku hingga Yi dikabarkan meninggal dunia.

Hingga pada 28 Juli 2022, jamur reishi milik Yi masih belum laku juga.

Jamur reishi sendiri dikabarkan memiliki khasiat manjur bagi kesehatan.

Namun, hal itu dibantah oleh Profesor Jiang Changyang dari Liaoning Normal University membantah hal tersebut.

Sebab, menurut Profesor Biologi ini belum ada penelitian yang bisa membuktikan khasiat jamur reishi bagi kesehatan.

Iseng Pungut Kotoran di Pantai dan Menyimpannya Selama Setahun, Nelayan Ini Langsung Ketiban Rezeki Nomplok Saat Lapor ke Pihak Berwajib, Ternyata Bernilai Rp 4,5 Miliar.

Kotoran seharga Rp 4,5 miliar
Petugas, sedang memeriksa kotoran termahal di dunia yang laku seharga Rp 4,5 miliar. (Daily Mirror/ViralPress)

Kotoran biasanya akan dibuang. Tapi, nelayan yang satu ini justru membawanya pulang. Tak disangka, kotoran tersebut justru memberikan rezeki nomplok kepadanya.

Seorang nelayang nasibnya cukup beruntung karena secara tidak sengaja menemukan benda berharga milyaran rupiah.

Dia adalah Jumrus Thiaichot seorang nelayang yang secara tidak sengaja menemukannya ketika berjalan di pantai Samui, Thailand awal tahun ini.

Melansir Daily Mirror pada Jumat (25/10/19) Jumrus sejatinya hanya berpenghasilan 400 baht (Rp186 ribu) sehari.

Namun, kaberuntungan kali ini berpihak kepadanya, karena menemukan muntahan ikan paus yang bernilai tinggi.

Dia telah menyimpan benda itu selama setahun sebelum kini ia menghubungi otoritas pemerintah untuk pemeriksaan.

Pejabat mengunjunginya di rumahnya pada Selasa lalu, di mana mereka mengonfirmasi benjolan itu adalah muntahan paus asli yang dikenal sebagai ambergris.

Jumrus mengatakan "Tiga tetangga saya telah datang dan memberi tahu saya bahwa saya menemukan muntahan ikan paus."

"Mereka meminta potongan itu dan mengatakan akan melakukan beberapa pemeriksaan yang membuktikan bahwa itu benar-benar muntahan ikan paus," katanya.

"Aku perlu tahu yang sebenarnya maka aku menghubungi pihak berwenang, untuk memastikan benda itu adalah muntahan ikan paus," katanya.

"Sekarang aku tahu bahwa itu benar-benar muntahan ikan paus aku akan menjualnya," katanya.

Masa muntahan ikan paus itu ditaksir memiliki harga sekitar 320.000 dollar AS atau sekitar Rp4,5 miliar.

Muntahan ikan paus
Petugas memeriksa muntahan ikan paus yang harganya mencapai Rp 4,5 miliar. (daily mirror)

Gubernur provinsi Surat Thani, Witchawuth Jinto, datang bersama para spesialis membenarkan bahwa bungkusan itu berisi lebih dari 80 persen Ambergris.

Witchawuth mengatakan mereka sekarang menasihati Jumrus tentang apa yang harus dia lakukan selanjutnya untuk mendapatkan harga terbaik untuk keberuntungannya ini.

Ambergris diproduksi oleh paus sperma ketika saluran empedu mereka di saluran pencernaan membuat sekresi untuk memudahkan perjalanan benda besar atau tajam. Paus itu memuntahkan lendir yang mengeras dan berbau busuk.

Namun setelah mengering bagian itu berbau lebih menyenangkan dan dibuat sebagai bahan seperti wewangian atau parfum.

Nah, pertanyaannya kotoran kok harganya bisa semahal itu lantas apa fungsinya?

Berdasarkan beberapa sumber ternyata ambergris memiliki beberapa manfaat misalnya?

Pertama untuk bahan parfum, Ambergris sangat mahal dan sering digunakan untuk industri parfum, namun konon sekarang beberapa perusahaan parfum meniggalkannya.

Kedua, digunakan untuk obat-obatan, yang bisa digunakan sebagai obat herbal afrodisiak termasuk penyakit otak, jantung, dan indra.

Ketiga, Penambah rasa dalam makanan dan minuman anggur, koktail, kue khusus, dan cokelat.

Terakhir digunakan untuk sanitasi udara, pertama digunakan oleh bangsa Eropa pada abad ke-14, saat Eropa mengalami wabah pencemaran udara.

(Tribun-medan.com/intisari)

Artikel ini sebagian telah tayang di Intisari Online dengan judul Nelayan Ini Mendadak Kaya Setelah Temukan 'Kotoran Termahal di Dunia' Seharga Rp4,5 Milliar, Mengapa Harganya Semahal Itu?

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved