Kontroversi Tewasnya Brigadir Yosua
Ini Alasan Kamaruddin Simanjuntak Minta Polisi Usut Dana di Rekening Bharada E: Kami Punya Bukti
Kuasa hukum keluarga Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak meminta polisi mengusut dana di rekening Bharada E.
TRIBUN-MEDAN.com - Kuasa hukum keluarga Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak meminta polisi mengusut dana di rekening Bharada E.
Bharada Richard Eliezer Lumiu atau Bharada E yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, kata Kamaruddin hanya sebagai tumbal dari kasus kematian Brigadir J.
Kamaruddin Simanjuntak memberikan keterangan terkait status dari Bharada E.
Dikutip dari YouTube Beda Enggak, Kamaruddin mengatakan bahwa Bharada E hanya korban dalam kasus ini.
"Jadi dalam kasus ini Bharada E seakan ditumbalkan dan kami punya buktinya," kata dia.
Tak sampai disitu, Kamaruddin bahkan mengaku jika mendapatkan informasi bila penetapan tersangka pada Bharada E ada kaitannya dengan kompensasi materi.
"Setelah ini saya minta agar rekening dari Bharada E maupun keluarga diperiksa," ucapnya.
"Polisi muda ini dipaksa menanggung beban yang terlalu berat," tutur Kamaruddin.
Sebagai kuasa hukum dari keluarga Brigadir J, Kamaruddin pun meminta agar Tim Khusus Polri segera mengusut dugaan transfer ke rekening Bharada E dan keluarganya.
"Jangan sampai dia dibayar disetor kepada keluarganya, lalu disuruh untuk bertanggungjawab. Itu harus diungkap," tegas dia.
Dimana keluarga Bharada E?
Bharada E diketahui berasal dari Sulawesi Utara (Sulut) dan tinggal disalah satu perumahan di Kota Manado.
Dikutip dari berbagai sumber, Bharada E tinggal di Kecamatan Mapanget, dan pernah bersekolah di dua sekolah baik di Kota Manado dan Bitung.
Namun pasca penembakan rumah Bharada E yang ada di Manado sudah tak lagi dihuni.
Bharada E merupakan pemuda asal Manado Sulawesi Utara. Ia memiliki prestasi di luar sekolah.
Pemuda berkulit sawo matang ini sudah aktif di aktivitas fisik mulai dari masa kecil di Manado.
Simak pernyataan dari teman kecilnya Bharada E di Manado.
Dikutip dari tribun-manado.com, teman kecilnya Bharda E yang tak ingin menyebutkan namanya mmengungkapkan kaget dengan keterlibatan Bharada E pada kasus pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
"Tahu tahu ia viral dalam kasus pembunuhan, kami terkejut ia muncul," kata dia.
Bharada E menghabiskan masa kecil di Manado, Sulawesi Utara. Ia mengatakan bahwa Bharda E adalah sosok yang memiliki nyali besar.
Ia menceritakan dahulu Bharada E nyaris menjadi atlet panjat tebing.
Bharada E aktif mengikuti berbagai kompetisi panjat tebing.
Baginya, Bharada E adalah sosok pemuda yang luar biasa.
"Dia termasuk yang luar biasa," katanya.
Di samping kasus yang menimpanya, Bharada E dikenal temannya sebagai orang yang baik.
Pemuda kelahiran 1998 itu tak akan segan maju menghadapi orang yang berani mencari perkara dengannya.
"Dia itu orangnya baik, tapi juga cap mau, jika ada yang mau cari perkara langsung maju," kata dia.
Bharada E di kampung halamannya sering dipanggil dengan nama Eliezer.
Bharada E berhasil lolos masuk Polisi setelah berkiprah di dunia panjat tebing.
Ayah Seorang Pelayan Gereja
Bharada E tinggal di Kelurahan Kairagi Barat, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Seorang tetangga yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan jika Bharada E adalah anak yang baik.
Selain itu, orang tua dari Bharada E juga dikenal sangat ramah dengan masyarakat.
"Mereka keluarga yang sangat baik," ujarnya saat ditemui Jumat 5 Agustus 2022.
Ia pun membeberkan jika Bharada E punya orang tua yang sangat baik.
Ayahnya adalah seorang pelayan di Gereja GMIM Firdaus Kairagi Barat.
Sedangkan ibunya bekerja sebagai pekerja sosial di kelurahan Kairagi Barat.
"Sebelum jadi polisi, dia (Bharada E) juga anak yang sangat baik. Anak Tuhan dan selalu di gereja," aku dia.
Ia mengaku jika sudah tahu apa yang membuat banyak orang datang ke rumah Bharada E belakangan ini.
"Iya, itu karena kasus yang di TV dan media sosial kan? Kami juga sudah tahu," tegas dia.
Pengakuan Bharada E
Dilansir Kompas.com, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan pengakuan Bharada E atau Richard Eliezer yang mengeluarkan tembakan ke arah Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dari jarak dua meter.
Tembakan awal dilakukan dalam jarak enam meter. Setelah Brigadir J terkapar, Bharada E kemudian mendekat dan menembak kepala Brigadir J dengan jarak dua meter.
"Pertama sekitar enam meter, tapi ketika terakhir dia (Bharada E) menembak Yosua itu jaraknya dua meter di bagian kepala," ujar Ketua Komisioner Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik.
Namun, Taufan menekankan pengakuan Bharada E belum bisa disimpulkan sebagai keterangan peristiwa yang sebenarnya.
"Itu pengakuan dia (Bharada E), tapi saya bilang enggak bisa kami sebagai penyelidik simpulkan itu," ucap Damanik.
(*)
Sebagian artikel sudah tayang di tribun-jakarta.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pengacara-keluarga-Brigadir-J-Kamaruddin-Simanjuntak.jpg)