Breaking News:

Berita Persidangan

SIDANG Tuntutan Korupsi Gas LPG Labuhanbatu Ditunda, Ini Alasan Jaksa

Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan gas elpiji 3 kg di Labuhanbatu dengan terdakwa Kepala Desa (Kades) Aek Nabara Tri Hartono dipastikan ditunda.

TRIBUN MEDAN/GITA
Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan gas elpiji 3 kg di Labuhanbatu dengan terdakwa Kepala Desa (Kades) Aek Nabara Tri Hartono dipastikan ditunda. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan gas elpiji 3 kg di Labuhanbatu dengan terdakwa Kepala Desa (Kades) Aek Nabara Tri Hartono dipastikan ditunda.

Hal tersebut dikatakan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Noprianto Sihombing dalam sidang di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (8/8/2022).

"Izin majelis hakim, rentut (rencana tuntutan) dari Kejari belum keluar. Mohon diberi waktu 1 minggu," kata Jaksa.

Baca juga: PROMO Alfamidi Periode 8-4 Agustus 2022, Daia Detergent All Variant 1.7 Kg Rp 31.500

Selanjutnya majelis hakim diketuai Yusafrihardi Girsang lantas menunda sidang pekan depan.

Diketahui dalam perkara dugaan korupsi pengadaan gas elpiji 3 kg ini ada dua orang yang diadili, yakni Tri Hartono selaku selaku Kepala Desa S-3 Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhan Batu, dan Rudi Ramadani selaku rekanan.

Sementara Syamsul Bahri Siregar selaku Aparatur Sipil Negara pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu masih masuk dalam Daftar Pecarian Orang (Belum Tertangkap).

JPU Noprianto Sihombing dalam dakwaan perkara dugaan korupsi pengadaan gas elpiji 3 kg, menguraikan bahwa adapun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa S-3 Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2018 sebesar Rp 1.161.591.000.

Baca juga: WARGA Binjai yang Diduga Disekap di Kamboja Sudah Dievakuasi oleh KBRI

Berdasarkan hasil Musyawarah Desa S-3 Aek Nabara yang dilaksanakan pada tanggal 22 Nopember 2018, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Matra Abadi Jaya membentuk Unit Usaha yaitu Pendirian Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg.

"Berdasarkan Peraturan Desa S-3 Aek Nabara BUMDes Matra Abadi Jaya memperoleh dana penyertaan modal sebesar Rp. 446.616.000, yang bersumber dari APBDes Desa S-3 Aek Nabara tahun anggaran 2018," kata jaksa.

Namun, terdapat perubahan dana penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Matra Abadi Jaya berdasarkan Peraturan Desa S-3 Aek Nabara yang ditandatangani oleh Terdakwa di mana dana penyertaan modal menjadi sebesar Rp 437.276.000, yang bersumber dari APBDes Desa S-3 Aek Nabara tahun anggaran 2018.

Bahwa Penyertaan modal terhadap BUMDES Matra Abadi Jaya ditransfer ke rekening BUMDes dalam dua tahap yakni, tahap I sebesar Rp 100 juta, tahap II sebesar Rp 337.276.000.

Sehingga penyertaan modal kepada BUMDes Matra Abadi Jaya total sebesar Rp 437.276.000, digunakan untuk pembiayaan unit usaha pangkalan elpiji 3 Kg.

"Sekira bulan Juni tahun 2019, Terdakwa memanggil saksi Endang Prihatin selaku Bendahara BUMDes ke ruangan Terdakwa. Selanjutnya Terdakwa mengenalkan saksi Rudi Ramadani sebagai orang yang akan membantu membuat pangkalan dan pengadaan Tabung Gas Elpiji 3 Kg bersubsidi (rekanan) yang akan dikelola oleh BUMDes," ujar jaksa.

Kemudian, Rudi Ramadani (diadili berkas terpisah) meminta uang sebesar Rp 10 juta, untuk biaya pengurusan pangkalan Elpiji ke Medan kepada Terdakwa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved