Inflasi Sumut Bakal Lebih Tinggi, Harga Tiket Pesawat Naik 15 Persen

Kepala Kanwil I KPPU Medan Ridho Pamungkas memprediksi akan adanya kenaikan inflasi yang lebih tinggi

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Warga melihat pesawat udara yang akan parkir di Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Deliserdang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan izin kepada maskapai untuk menaikkan harga tiket pesawat. Hal ini memberikan ruang kepada maskapai menaikkan biaya tambahan (surcharge) maksimal 15 persen dari tarif batas atas untuk pesawat jet dan 25 persen bagi pesawat jenis proppeller atau baling-baling.

Menanggapi hal ini, Kepala Kanwil I KPPU Medan Ridho Pamungkas memprediksi akan adanya kenaikan inflasi yang lebih tinggi dibanding bulan Juli 2022 yang tercatat sebesar 0,31 persen.

Ridho menyampaikan seperti disampaikan Kepala Seksi Pengoperasian Bandar Udara, yang mengatakan bahwa kenaikan harga tiket pesawat memang tidak bisa terhindar karena ada kenaikan harga energi termasuk bahan bakar pesawat yaitu avtur.

Harga avtur Pertamina terus mengalami kenaikan sejak Januari 2022 hingga Juli ini sekitar 64,4 persen, atau dari harga Rp 12.099,91 per liter menjadi Rp 19.889,31 per liter.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Naik Drastis, KPPU Undang Lion Group dan AirAsia

Ridho mengatakan, pasar transportasi udara adalah pasar yang oligopoli, bahkan di beberapa rute merupakan pasar monopoli. Sehingga perlu pengawasan terhadap perilaku dari pelaku usaha agar tidak memanfaatkan kekuatan monopolinya untuk menetapkan tarif penerbangan yang eksesif karena konsumen tidak memiliki banyak pilihan.

Terkait perhitungan tarif batas atas (TBA) sesuai KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Ia mengambil contoh apabila rute Medan-Padang dengan menggunakan pesawat proppeler di atas 30 seat, tarif batas atasnya Rp 1.555.000. Maka basic fare dari maskapai maksimal adalah 85 persen nya atau Rp 1.321.750.
Selanjutnya fuel surcharge yang diperkenankan adalah 25 persen dari TBA atau 25 persen dari Rp 1.321.750, yakni Rp 330.438.

Nantinya ditambah airport tax, jika Kualanamu sebesar Rp 127.650. Lalu ditambah PPN 11 persen dari basic fare ditambah fuel surcharge, atau sebesar Rp 181.741 dan biaya lain-lain misalnya Rp 5.000, maka maksimal harga tiket sesuai ketentuan adalah Rp 1.965.828.

Berdasarkan hitungan tersebut, Ridho mengatakan bahwa KPPU menyerahkan sepenuhnya pada pihak Otoritas Bandara dan Kementerian Perhubungan apabila ditemukan adanya maskapai yang menjual tiket di atas ketentuan.

Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan pada Otoritas Bandara apabila menemukan harga tiket yang di atas ketentuan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved