Kuliner Siantar

Ini 3 Kedai Kopi yang Wajib Dikunjungi, Kuliner Siantar yang Melegenda Sejak Jaman Penjajahan

Beberapa Kuliner Siantar sudah menjadi tempat tongkrongan masyarakat Siantar maupun Simalungun yang ada sejak jaman kolonial Belanda.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ALIJA
Kedai Kopi Subur Baru 

2. Kedai Kopi Sedap

Kedai Kopi Sedap yang berada di Jalan Sutomo, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat.
Kedai Kopi Sedap yang berada di Jalan Sutomo, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat. (TRIBUN MEDAN/ ALIJA)

Kedai kopi Sedap berdiri sejak tahun 1939. Mereka berdiri di Jalan Sutomo (Sebelah Toko Roti Ganda) Kota Pematangsiantar.

Tak banyak varian olahan yang dihasilkan dari kedai satu ini, seperti kedai-kedai kopi/cofeeshop yang menjamur belakangan ini

Pemilik Kedai Kopi sedap menjaga nuansa kopi tradisionalnya yaitu hanya menyediakan kopi hitam, kopi susu, cappucino, dan kopi ginseng.

Kemudian bagi yang tidak berminat dengan kopi, ada pilihan lain seperti teh manis, teh susu, teh bunga, milo susu, marquisa, beberapa softdrink dan minuman soda ikon Kota Siantar sendiri yaitu Badak.

Kedai Kopi Sedap juga terkenal dengan selai srikaya buatan sendiri dengan resep khusus. Nah, bagi traveler yang berlibur ke Danau Toba atau melintasi Kota Pematangsiantar, tak ada salahnya melipir ke kedai satu ini.

Baca juga: Sensasi Ngopi di Kedai Kopi Sedap Siantar, Sudah Ada Sejak Tahun 1939

3. Kedai Kopi Subur Baru

Kedai Kopi Subur Baru
Kedai Kopi Subur Baru (TRIBUN MEDAN/ALIJA)

Kedai Kopi satu ini termasuk paling tua di antara kedai kopi yang sempat disebutkan sebelumnya. Kedai Kopi Subur Baru berlokasi di Jalan Sutomo No. 60 Pematangsiantar.

Menurut pengelolanya saat ini, Kedai Kopi Subur Baru sudah ada pada tahun 1920-an.

Bapak Kho (70) merupakan generasi ketiga yang mewarisi Kedai Kopi Subur Baru. Ia menyebut tak tahu pasti kapan kakeknya berjualan kopi. 

“Kalau tahunnya nggak tahu pasti. Yang saya ingat kami berdiri masih zaman kolonial Belanda. Kalau sekitaran tahun 1920 sudah ada ya. Waktu itu kita di sini aja masih gubuk,” kata pria bernama lengkap Kho Chin Yong.

Sajian kopi yang ditawarkan pun masih varian tradisional. Seperti kopi hitam, kopi susu, kopi dingin. Kemudian teh dan beberapa olahan roti.

Semua masih hidangan jadul tempoe doeloe.

“Di sini itu kopi hitam, kopi susu, kopi dingin, pokoknya tradisional lah. Kalau kopi, kita dari biji kopi Sidikalang itulah. Dan kalau teh, dari Pematang Sidamanik,” kata Bapak Kho seraya menyebut bahwa Kedai Kopi Sedap di seberang masih satu keluarga. 

(Alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved