Breaking News:

Berita Sumut

Banyak Perkara Selesai Secara Restorative Justice, Kejari Simalungun Raih Penghargaan dari Kejagung

Kejari Simalungun menerima penghargaan sebagai peringkat pertama dalam hal jumlah penyelesaian perkara berdasarkan Restoratif Justice tahun 2022.

Penulis: Alija Magribi | Editor: mustaqim indra jaya
HANDOUT
Kepala Kejaksaan Negeri Simalungun, Bobbi Sandri. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun menerima penghargaan sebagai peringkat pertama dalam hal jumlah penyelesaian perkara berdasarkan Keadilan Restoratif  atau Restoratif Justice tahun 2022.

Terpilihnya Kejari Simalungun sendiri berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum pada tanggal 7 Juli 2022 lalu dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adyaksa yang ke-62 tahun.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simalungun, Bobbi Sandri menyebutkan, penghargaan ini akan semakin memotivasi Kejari Simalungun untuk bekerja melayani dan menegakkan keadilan lebih baik lagi.

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana KUR, Kejari Simalungun Tetapkan Mantri Bank Pelat Merah Sebagai Tersangka

“Kami sangat berterimakasih kepada Bapak Jaksa Agung atas perhargaan tersebut dan dengan penghargaan ini kedepannya dapat menjadi motivasi bagi jajaran Kejaksaan Negeri Simalungun untuk terus menigkatkan Kinerja serta Pelayanan Hukum terhadap Masyarakat di Kabupaten Simalungun,” papar Bobbi Sandri selaku Kajari Simalungun, Rabu (10/8/2022).

Kejaksaan Agung (Kejagung) pada tahun ini melakukan penilaian kinerja terhadap seluruh tingkat kejaksaan dan penanganan keadilan restoratif justice. 

Mulai dari Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, dan Cabang Kejaksaan Negeri terkait Rumah Restoratif Justice, Balai Rahabilitasi Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya dan Penyelasaian Perkara Berdasarkan Keadilan Restorative Justice tak luput dari perhatian Kejagung RI.

Sebagaimana diketahui, penanganan Restoratif Justice (RJ) yang dilakukan Kejari Simalungun sempat menyita banyak perhatian dalam kasus pencurian kelapa sawit di areal perkebunan BUMN oleh dua orang ibu rumah tangga bersama tiga laki-laki karena desakan kebutuhan hidup pada Februari 2022. 

Baca juga: Kejari Simalungun Gilir Puluhan Kepala Sekolah Soal Jual Beli Baju Batik Pelajar

Kejari Simalungun saat itu, dengan banyak pertimbangan akhirnya mengedepankan kasus pencurian diselesaikan melalui restoratif justice.

Alhasil IRT yang terlibat pencurian menangis dan menyalami Kajari setelah dinyatakan bebas dan bisa pulang ke rumah bertemu keluarga.

(alj/tribun-medan.com)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved