Pengusaha Sumut Silaturahmi Bahas Gagal Ekspor

Acara ini berlangsung di Kantor Apindo Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 3A pada Kamis (11/8/2022).

Penulis: Diana Aulia | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/DIANA AULIA
Ketua Apindosu Haposan Siallagan tengah memberikan kata sambutan pada acara silaturahmi bersama para eksportir yang mengalami gagal ekspor akibat penahanan MV Mathu Bhum, Kamis (11/8/2022)  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia Sumatra Utara (DPP Apindo Sumut) menggelar acara silaturahmi bersama seluruh eksportir yang mengalami gagal ekspor akibat penahanan kapal MV Mathu Bhum selama 93 hari di Pelabuhan Belawan.

Acara ini berlangsung di Kantor Apindo Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 3A pada Kamis (11/8/2022).

Kegiatan silaturahmi ini dihadiri sejumlah stakeholder seperti DPRD Sumut, Sugianto Makmur, Kepala Kantor Bea Cukai Muhammad Ardani, Kepala Syahbandar Utama Belawan Bharto, Kasat Intel Belawan Zul Efendi, Polda Sumut AKBP Jonson Marudut Hasibuan, dan Kepala Otoritas Belawan Andi Fiardi.

Ketua Apindo Sumut Haposan Siallagan mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan oleh keluarga besar Apindo Sumut ini merupakan suatu acara silaturahmi pasca selesainya kasus penahanan kapal MV Mathu Bhum.

"Hari ini kami menyelenggarakan acara silaturahmi bersama teman-teman yang terlibat di insiden penahanan MV Mathu Bhum baik dari unsur pemerintahan seperti OP, Polda, anggota dewan beserta seluruh eksportir-eksportir yang semuanya mengalami masalah pada insiden inj," ujarnya kepada Tribun Medan, Kamis (11/8/2022).

Dikatakannya, kegiatan berkumpul ini hanya sekedar refleksi dari kasus tersebut, sehingga ke depannya tidak akan terulang kembali kasus gagal ekspor seperti ini.

Baca juga: Akibat Gugatan APINDO Soal UMP DKI Jakarta 2022 ke PTUN, Gaji Buruh Batal Naik 

"Kita berharap jangan pernah ada lagi kasus-kasus seperti ini karena ini sangat merugikan beberapa pihak terutama eksportir kita," ucapnya.

Terpisah, Kepala Kantor Bea Cukai Muhammad Ardani menyampaikan dalam sambutannya, kinerja yang pihaknya berikan merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan dan bersinergi bersama seluruh otoritas Belawan.

"Kami bersinegri dengan semua otoritas Belawan, jika terjadi gagal ekspor untuk muatan di MV Marthu Bhum dapat diselesaikan dengan baik karena semuanya telah bersinegri, dimana beberapa kontainer yang seharusnya bisa eskpor kemarin sudah bisa langsung diekspor, namun kemudian bagi eksportir yang mengalami gagal ekspor, kemarin dokumennya sudah dibatalkan," imbuhnya.

Dikatakannya, menurut peraturan bahwa batal ekspor merupakan dokumen yang harus mendapatkan denda administrasi, namun karena adanya sinergi bersama, tidak ada denda administrasi untuk dokumen ekspor tersebut.

"Kemudian penangananya adalah ketika mereka melakukan pengajuan ulang untuk dokumen ekspor, mereka akan segera berangkat yang kemaren batal ekspor, ada yang perlu repacking ada yang untuk diperiksa ulang apakah ada kendala teknisi dari barang-barang eskpor tersebut," tambahnya.

Dengan insiden yang merugikan beberapa UMKM di Sumut, DPRD Sumut Sugianto Makmur mengajukan kepada Bank Sumut untuk memberikan pinjaman kepada UMKM yang mengalami kerugian akibat insiden penahanan kapal MV Mathu Bhum.

"Kemarin saya sudah menghubungi Bank Sumut berbicara tentang KUR untuk teman-teman UMKM yang kali ini kehabisan modal untuk diberikan pinjaman KUR bunga sangat mudah yaitu 6 persen per tahun," katanya.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved