Berita Langkat Terkini

2 Ekor Harimau Sumatera Masuk Kebun Warga di Langkat, kadang Jebak serta Kambing Hidup Disiapkan

Dua ekor Harimau Sumatera, kembali terpantau masuk perkebunan Situngkir Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
Tim gabungan yang terdiri dari BBKSDA, BBTNGL, dan WCS, memasang kandang jebak dikawasan perkebunan Situngkir Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Jumat (12/8/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Dua ekor Harimau Sumatera, kembali terpantau masuk perkebunan Situngkir Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Seksi Wilayah II BBKSDA Sumut, Herbert Aritonang saat dikonfirmasi wartawan terkait Harimau Sumatera masuk kebun warga di Langkat.

Baca juga: RESPONS Gubernur Sumut Edy Rahmaydi soal Arief Sudarto Tak Kunjung Dilantik Jadi Sekda Sumut

"Benar, laporan sudah kita terima sejak dua hari yang lalu. Memang terlihat Harimau Sumatera masuk ke lokasi perkebunan (di Langkat) dan di-video-kan oleh salah satu pekerja kebun," ujar Herbert, Sabtu (13/8/2022).

Herbert bilang saat ini BBKSDA, BBTNGL, dan WCS, berusaha menghalau atau mengusir harimau kembali masuk ke dalam kawasan hutan.

Baca juga: MUNCUL Isu LGBT dalam Kasus Ferdy Sambo vs Brigadir J, Ini Statemen Deolipa Yumara

"Lokasi kebun berbatasan langsung dengan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang berjarak sekitar 1 kilometer dari kawasan hutan Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL)," ujar Herbert.

"Saat itu memang para pekerja kebun coba mengambil langkah dengan membunyikan alat-alat dengan harapan agar Harimau Sumatera kembali masuk ke hutan," katanya.

Karena posisi perkebunan yang cukup dekat dengan TNGL, satwa liar lain juga kerap terpantau di sekitar lokasi perkebunan.

Baca juga: OTAK Pencurian Sepeda Motor sekaligus Geng Motor yang Viral di Binjai Akhirnya Ditangkap Polisi

"Di sekitar tempat kejadian sering juga terlihat satwa liar lain seperti gajah dan orang utan Sumatera," ujar Herbert.

Pihaknya pun sudah mengambil langkah agar tidak ada korban jiwa dan konflik berkepanjangan.

"Saat ini kita sudah pasang kandang jebakan untuk Harimau Sumatera. Kita berharap dengan umpan kambing hidup ini, Harimau Sumatera dapat masuk jebakan yang kita pasang untuk selanjutnya dievakuasi masuk dalam hutan," ujar Herbert.

Setelah pemasangan kandang jebak, tim juga terus melakukan monitoring oleh pekerja kebun dan petugas resort 242 Aras Napal.

Diketahui kalau Harimau Sumatera, yang masuk ke areal itu ada dua ekor.

"Pihak kita juga menemukan jejak kaki di sekitar lokasi. Pemasangan kamera trap juga dilakukan guna memantau pergerakan Harimau Sumatra," tutup Herbert.

(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved