Breaking News:

Pakpak Bharat

Anggota DPRD Pakpak Bharat Nyaris Baku Hantam, AT Manik: Mirip Anak TK Seperti Dilontarkan Gus Dur

Kericuhan yang terjadi antar anggota DPRD Pakpak Bharat, Sumatera Utara, mendapat sorotan keras dari perantau asal Pakpak Bharat.

HO
Oknum anggota DPRD Pakpak Bharat nyaris baku hantam saat rapat membahas tentang laporan Badan Anggaran, laporan Komisi I, II dan III, pengambilan keputusan paripurna, Rabu (10/8/2022). (kanan). Foto kiri: Wakil Bupati Pakpak Bharat H Mutsyuhito Solin menyampaikan Pidato Nota Jawaban Bupati dalam Sidang Lanjutan Pembahasan Laporan keterangan dan Pertanggung Jawaban Bupati Tahun Anggaran 2021 di hadapan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pakpak Bharat, Senin (8/8/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM, PAKPAK BHARAT - Kericuhan yang terjadi antar anggota DPRD Pakpak Bharat, Sumatera Utara, mendapat sorotan keras dari perantau asal Pakpak Bharat.

Di mana kericuhan ini baru pertama kalinya terjadi dalam sejarah Sidang Paripurna Anggota DPRD Pakpak Bharat sejak terbentuknya Kabupaten ini (dimekarkan) dari Kabupaten Dairi pada Tahun 2003 lalu (19 Tahun).

Para anggota DPRD itu tampak tidak senang dikarenakan rapat yang membahas tentang laporan Badan Anggaran, laporan Komisi I, II dan III, pengambilan keputusan paripurna, tidak bisa hadir Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor, pada Rabu (10/8/2022).

Padahal ketidak-hadiran Bupati Franc Bernhard Tumanggor bukan tanpa sebab, melainkan dirinya sedang menghadiri pertemuan dengan Menko Marves, Luhut B Panjaitan di kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI di Jakarta. Adapun pertemuan tersebut membahas tentang Pengembangan Peternakan di Kawasan Danau Toba.

Akibatnya, anggota DPRD Lukman Padang dari fraksi Partai Golkar dan Parulian Boangmanalu dari PDIP sempat adu mulut dan suasana mulai memanas. Beruntung anggota DPRD lainnya menarik salah seorang anggota DPRD tersebut sehingga adu jotos bisa terhindarkan.

Wakil Bupati Pakpak Bharat H Mutsyuhito Solin menyampaikan Pidato Nota Jawaban Bupati dalam Sidang Lanjutan Pembahasan Laporan keterangan dan Pertanggung Jawaban Bupati Tahun Anggaran 2021 di hadapan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pakpak Bharat, Senin (8/8/2022).
Wakil Bupati Pakpak Bharat H Mutsyuhito Solin menyampaikan Pidato Nota Jawaban Bupati dalam Sidang Lanjutan Pembahasan Laporan keterangan dan Pertanggung Jawaban Bupati Tahun Anggaran 2021 di hadapan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pakpak Bharat, Senin (8/8/2022). (Diskominfo Pakpak Bharat)

Baca juga: Wakil Bupati Pakpak Bharat Hadiri Paripurna Pembahasan LKPJ Bupati

Sorotan pun beragam dari masyarakat Pakpak Bharat terhadap tingkah laku oknum anggota DPRD tersebut. Bahkan, hingga menjadi sorotan anak rantau Pakpak Bharat.

Seorang perantau dari Pakpak Bharat, AT Manik merasa malu atas perbuatan anggota dewan yang dinilainya seperti kanak-kanak.

"Sikap oknum anggota DPRD itu tidak sepantasnya dilakukan. Jangan seperti sikap anak-anak yang seperti lontarkan oleh almarhum Gus Dur 'mirip anak TK'. Kita sebagai anak rantau Pakpak Bharat merasa malu mendengar kabar keributan tersebut,"ujarnya kepada Tribun-Medan.com.

Menurutnya, sikap yang dilakukan oleh wakil rakyat itu tidak mencontohkan bagaimana adat dan istiadat budaya Pakpak Bharat. Apalagi, kericuhan tersebut sempat tersebar di media sosial dan menjadi tontonan masyarakat.

"Budaya adat istiadat Pakpak tak ada sikap seperti itu. Jangan memberikan (mempertontonkan) sikap tidak baik di luar tata krama budaya Pakpak yang akan berdampak pada generasi muda Pakpak Bharat di kemudian hari. Padahal menurut AT Manik, pemerintah sedang berusaha dan berjuang untuk mempersiapkan generasi muda emas Pakpak Bharat,"ujarnya.

Baca juga: Wakil Bupati Mutsyuhito Solin Sampaikan Pidato Nota Jawaban LKPJ 2021 Pakpak Bharat

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved