Breaking News:

Korupsi Dana Bos

Buronan Kasus Korupsi Dana BOS Terkaget-kaget Ditangkap Kejari Simalungun saat Santai di Kafe

Kejari Simalungun akhirnya menangkap buronan kasus korupsi dana BOS bernama Hardono Purba di tempat persembunyiannya

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Hardono Purba, buronan kasus korupsi dana BOS ditangkap Kejari Simalungun 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- Hardono Purba, buronan kasus korupsi dana BOS terkaget-kaget saat ditangkap tim Kejari Simalungun.

Adapun penangkapan buronan kasus korupsi dana BOS ini dilakukan petugas di satu kafe yang ada di Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar pada Jumat (12/8/2022) tengah malam.

Saat ditangkap, buronan kasus korupsi dana BOS ini sempat terkaget-kaget melihat kedatangan petugas.

Baca juga: Lompat Dari Mobil Tahanan Kejari Asahan, Indra Saragih Tinggalkan Rekannya, Kini Jadi Buronan

Menurut laporan, Hardono Purba sebelumnya disebut mengorupsi dana BOS reguler Tahun Anggaran (TA)  2018-2020, serta dana DAK dan Dana BOS Afirmasi TA  2020 di SMA Negeri 1 Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun. 

Kepala Seksi Intelijen Kejari Simalungun, Asor Olodaiv DB Siagian, Minggu (14/8/2022) mengatakan, tersangka menjadi buron dan masuk dalan Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 3 minggu.

Hardono Purba tidak kopoeratif saat dipanggil oleh kejaksaan beberapa kali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pencarian Tim Tabur Kejari Simalungun membuahkan hasil akhir pekan ini, menjelang HUT RI ke 77, persisnya Jumat (12/8/2022) diperoleh informasi keberadaan tersangka", ujar Asor.

Baca juga: Buronan KPK, Bupati Mamberamo Tengah Kabur ke Luar Negeri Diduga Dibantu Oknum Anggota TNI AD

Asor menyampaikan, Hardono Purba yang merupakan mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pematang Bandar, telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus), yang mana diketahui melakukan tindak pidana korupsi sebesar Rp 1,2 miliar.

Atas perbuatannya, tersangka Hardono Purba diancam hukuman seumur hidup.

Karena dikhawatirkan kembali melarikan diri dan menghilangkan barang bukti, Hardono Purba kemudian dititipkan di LP Klas IIA Siantar.

"Tersangka ditangkap tim di Pematang Siantar dan sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Pematang Siantar selama 20 hari ke depan", sebut Asor.

Baca juga: Nyali Gede Buronan Pembunuhan, Ikut Jadi Peserta Jalan Sehat HUT Bhayangkara, Begini Nasibnya Kini

“Hardono dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Subsidair Pasal 3, lebih Subsidair Pasal 8 Jo Pasal 18 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana,” kata Asor.

Asor menambahkan penangkapan buronon kasus dugaan korupsi Hardono Purba merupakan komitmen Kejari Simalungun memberantas tindak pidana korupsi.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved