Like IT Tingkatkan Peran Investor, Dukung Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan

Like II merupakan wujud sinergi dan kolaborasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK dan LPS

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan bekerjasama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan menyelenggarakan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like IT).

Acara yang digelar secara daring tersebut terdiri dari rangkaian talkshow yang membahas mengenai peran pasar keuangan dan investor ritel dalam pembangunan berkelanjutan, serta berbagai isu mengenai investasi.
Rangkaian acara Like IT 2022 akan berlangsung dalam tiga seri dan diselenggarakan secara bergantian oleh anggota FKPPPK selama sebulan ke depan.

Melalui Like IT, masyarakat diberikan pemahaman mengenai peran investor ritel termasuk kaum muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, produk investasi ritel di surat berharga negara dan produk pasar modal baik yang bertema Environmental, Social & Governance (ESG) mau pun syariah, aspek perlindungan nasabah, serta bagaimana mengelola keuangan secara bijak dan berkelanjutan.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa Like II merupakan wujud sinergi dan kolaborasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK dan LPS dalam mendukung pembiayaan pembangunan melalui pasar keuangan.

Baca juga: Gelapkan Uang Perusahaan Rp 500 Juta untuk Trading Saham, Aling Divonis 3 Tahun Penjara

Melihat kenaikan investor dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang positif, di mana jumlah investor ritel pada Juni 2022 sebanyak 9,1 juta menunjukkan kenaikan luar biasa dari jumlah investor ritel sebanyak 2,5 juta pada akhir Desember 2019.

Namun demikian, dikatakannya, jumlah tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah investor di negara lain dan masih besarnya potensi pasar di Indonesia.

"Untuk itu, Like IT perlu terus menggelorakan semangat perjuangan dengan mengisi pembangunan guna memulihkan ekonomi demi meningkatkan ekonomi menuju Indonesia Maju,” ujar Perry Warjiyo, Senin (15/8/2022).

Lanjutnya, peran investor sangat dibutuhkan untuk pembiayaan pembangunan dan perlu dikembangkan dengan memperhatikan tiga aspek utama berinvestasi yaitu menumbuhkan perilaku investasi untuk mendukung pembangunan sebagai bagian dari rasa cinta kepada Indonesia.

Memahami jenis instrumen dalam berinvestasi dengan risk and return yang diketahui, termasuk instrumen keuangan hijau dan bijak berinvestasi, bijak dalam merencanakan keuangan dan bijak dalam perilaku dalam arti tidak berspekulasi.

Ke depan, koordinasi yang erat antar keempat lembaga akan mengawal stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi secara berkelanjutan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved