Tugu Titik Nol Dirobohkan

Tugu Titik Nol Medan Kini Hilang Dari Kawasan Kantor Pos, Begini Kata Sejarawan

Sejarawan Kota Medan Hendri sebut Tugu Titik Nol merupakan cagar budaya Kota Medan yang menjadi satu kesatuan dengan kawasan Lapangan Merdeka. 

Tribun Medan/Anisa Rahmadani
Para pekerja dari Dinas PUPR Kota Medan Senin (15/8/2022) tampak meratakan tanah di lokasi tugu titik nol Kota Medan, di Jalan Balai Kota Medan. Tugu titik nol yang selama ini berdiri di depan Kantor Pos Medan kini telah dirobohkan oleh Pemko Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Kota (Pemko) Medan membongkar bangunan bersejarah berupa Tugu Titik Nol yang berada di Jalan Balai Kota Medan, tepatnya di depan Kantor Pos Medan.

Dari amatan Tribun Medan, tugu besejarah tersebut kini telah hilang.

Di lokasi tugu titik nol sebelumnya berdiri, hanya tampak para pekerja sedang melakukan pemerataan tanah untuk kemudian di aspal.

Baca juga: Menjelang HUT RI ke-77, Pemko Medan Bongkar Tugu Titik Nol Kota Medan, Ada Apa?

Hilangnya Tugu Titik Nol Kota Medan ditanggapi Sejarawan Kota Medan Hendri Dalimunthe.

Menurut Hendri, Tugu Titik Nol tersebut merupakan cagar budaya Kota Medan yang menjadi satu kesatuan dengan kawasan Lapangan Merdeka

"Kalau melihat dari situs sejarah kawasan Kantor Pos, Lapangan Merdeka, Kesawan Square, Bank BI itu  sebenarnya dalam UU Cagar Budaya tahun 2010 sudah masuk dalam satu kawasan yang harus di lindungi," jelas Hendri, Senin (15/8/2022). 

Tugu titik Nol Kilometer Medan
Tugu titik Nol Kilometer Medan (TRIBUN MEDAN/Aqmarul Akhyar)

Dalam UU cagar budaya, lanjut dosen Unimed itu, maka bangunan tersebut tidak boleh dihancurkan atau dibongkar.

"Sama kaya Candi Borobudur itu kan dilindungi, bukan karena stupanya tapi sudah satu paket seluruh kawasan tersebut  dilindungi artinya tidak ada bangunan yang boleh di hancurkan dan tidak ada tempat komersil yang boleh dibangun," jelasnya.

Maka, sudah seharusnya Tugu Titik Nol Kota Medan dilindungi karena merupakan cagar budaya.

"Kalau bicara prespektif UU cagar budaya No 10 melihat itu sebenarnya sudah seharusnya Tugu Titik Nol dilindungi bukan dihancurkan atau diratakan seperti yang kita lihat hari ini," jelasnya.

"Jadi kalau dalam perbaikan atau pugaran atau revitalisasi itu tidak menghilangkan bentuk aslinya. Jadi saya  analogikan seperti candi borobudur itu sebenarnya sudah dipugar tapi tidak menghilangkan fungsi dan perannya artinya tidak menghilangkan history sejarahnya," tambahnya.

Sementara yang terjadi hari ini Tugu Titik Nol, pasca-dirobohkan maka tidak ada lagi bentuk dari tugu bersejarah tersebut.

Baca juga: TRI BUN-MEDAN-WIKI: Tugu Titik Nol Kilometer Medan Menyimpan Sejarah Perdagangan Masa Kolonial

"Karena kalau kita lihat dari berbagai aksi foto- foto lama bangunan Kantor pos, Air Pancur itu selalu terlihat artinya suara fotografer saat itu sudah menangkap satu paket kawasan tersebut kala itu," terangnya.

Ditegaskan Hendri, bawa Tugu Titik Nol bukan hanya sekadar pernak pernik Kota, melainkan ada maksud dan tujuannya berdiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved