Breaking News:

Berita Medan

Demi Uang Ratusan Ribu Rupiah, Dua Lelaki Pengangguran Nekat Jual Sabu, Kini Dituntut Belasan Tahun

Dua lelaki pengangguran asal Pancur Batu, Deliserdang dituntut belasan tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Tribun Medan/Gita Nadia Putri br Tarigan
Nekat edarkan sabu senilai puluhan juta, dua lelaki pengangguran asal Pancur Batu, Deliserdang dituntut belasan tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (16/8/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua lelaki pengangguran asal Pancur Batu, Deliserdang dituntut belasan tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (16/8/2022).

Adapun kedua lelaki pengangguran tersebut yakni Pairun alias Gondrong (49) dan Bobi Harianto (23).

Kedua lelaki pengangguran itu merupakan terdakwa dalam perkara jual beli narkotika jenis sabu.

Baca juga: Kapolda Sumut Musnahkan Ratusan Kilo Sabu, Ganja dan Ekstasi

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan menilai kedua terdakwa terbukti bersalah atas kepemilikan sabu seberat 191 gram.

Sehingga JPU menuntut terdakwa Pairun dengan pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidar 6 bulan penjara. Sementara terdakwa Bobi jaksa menuntut hukuman lebih rendah yakni 14 tahun penjara.

"Menuntut supaya Majelis Hakim menjatuhkan terdakwa Bobi Harianto dengan pidana penjara selama 14 tahun, denda Rp 1 miliar, subsidar 6 bulan penjara," kata jaksa.

JPU menilai, keduanya telah memenuhi unsur bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Baik tuntutan sudah dibacakan, kita tunda minggu depan agenda nota pembelaan," pungkas hakim ketua Immanuel Tarigan.

Sebelumnya, JPU Randi dalam dakwaannya menuturkan bahwa perkara ini bermula pada 16 Mei 2022 lalu, saat anggota Polisi Ditresnarkorba Polda Sumut yang telah mendapatkan informasi dari seorang informan bahwa Robin Sembiring alias Acek (dalam lidik) menjual narkotika jenis sabu di Medan Tuntungan.

"Lalu, pada Senin 23 Mei 2022 sekira pukul 12.00 WIB saksi Hendrik (polisi) bersama dengan informan melakukan penyamaran sebagai pembeli sabu dengan teknik pembelian terselubung (under cover buy)," kata jaksa.

Mereka lantas memesan sabu sebanyak 2 ons dengan kesepakatan harga Rp 81 juta. Lalu Robin bertemu dengan terdakwa Pairun dan Bobi.

Lalu Robin menyuruh terdakwa Bobi untuk menemui saksi Hendrik dan informan di belakang sebuah rumah di Jalan Tuntungan Kabupaten Deliserdang, sementara itu sabu tersebut akan diantar oleh terdakwa Pairun.

Selanjutnya sekira pukul 13.30 WIB Sapda (dalam lidik) menyerahkan 2 bungkus kemasan plastik berisi sabu seberat 191 gram kepada Robin.

Baca juga: Nasib Kasat Resnarkoba Ditangkap Diduga Edar Narkoba, Brigjen Halomoan Siregar Beber BB Sabu Disita

"Lalu, sekira pukul 14.30 WIB Robin menyuruh terdakwa Pairun mengantarkan sabu tersebut kepada terdakwa Bobi," urai jaksa.

Kemudian, terdakwa Pairun pergi menemui terdakwa Bobi, Hendrik dan informan di belakang sebuah rumah Jalan Tuntungan.

Sekira pukul 15.00 WIB, mereka pun bertemu dan bertransaksi, setelah terdakwa Bobi menerima sabu tersebut lalu saksi polisi langsung melakukan penangkapan terhadap para terdakwa.

Dikatakan JPU, kedua terdakwa menerima sabu tersebut dari Robin, yang mana apabila berhasil Pairun akan mendapat Rp 200 ribu, sedangkan terdakwa Bobi akan memperoleh keuntungan Rp 100 ribu.

(cr21/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved