Pemkab Langkat

Imunisasi Campak dan Rubela Masih Rendah, Plt Bupati Langkat Syah Afandin Minta Lakukan Strategi

Kabid P2P Dinkes Provsu Syarifah Zakia MKes Langkat masih sangat rendah, imunisasi campak dan rubela baru mencapai 24,9 persen

Editor: Satia
Dok. Pemkab Langkat
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat H Syah Afandin SH memimpin rapat pertemuan koordinasi lintas sektor pelaksanaan bulan imunisasi anak nasional (Bian) Tahap I, di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Senin (15/8/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM, STABAT - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat H Syah Afandin SH memimpin rapat pertemuan koordinasi lintas sektor pelaksanaan bulan imunisasi anak nasional (Bian) Tahap I, di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Senin (15/8/2022).

Plt Kadis Kesehatan Langkat dr Juliana MM pada laporannya menjelaskan, cakupan Bulan Imunisasi Anak Nasional (Bian) 2022 Kabupaten Langkat per tanggal 13 Agustus 2022.

Cakupan total imunisasi untuk campak dan rubella sasarannya berjumlah 261.289.

Sedangkan saat ini capaian masih berjumlah 131.082 atau 50 persen. 

Sedangkan OPV (Oral Polio Vaccine) vaksin polio tetes atau oral total sasarannya 26.501, namun cakupan jumlah tercapai masih 1.569 atau 5,9 persen. 

Menurut Kabid P2P Dinkes Provsu dr Syarifah Zakia MKes Langkat masih sangat rendah dan masih di bawa rata-rata, imunisasi campak dan rubela baru mencapai 24,9 persen, kejar 5,9 persen padahal ini imunisasi oral. 

"Saat ini kami fokus di campak dan rubela  untuk pencapaian 95 persen. Kalau la bisa kerja sama dari semua lintas sektor membantu Dinkes Langkat agar target dua minggu pertengahan September 2022, sudah mencapai Langkat lebih baik lagi," tandasnya. 

Selanjutnya, Plt Bupati Langkat mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yang sudah memberikan atensinya kepada Kabupaten Langkat terkait imunisasi campak dan rubela. 

Ia pun mengaku perlu mentelaah kenapa capaiannya kecil dan mengetahui apa saja  langkah yang sudah dilakukan Dinkes Langkat.

"Artinya capaian tidak maksimal mungkin ada beberapa kabupaten yang baik, kita perlu adopsi kabupaten kota lain agar Langkat tercapai imunisasinya," sebutnya. 

Namun menurut Afandin, mungkin yang lalu tidak tercapainya kegiatan karena terkendala dengan target vaksinasi covid 19 dan menjadi persaingan.

"Saya akan melakukan serta berbuat maksimal, namun kembali lagi dengan kesadaran masyarakat, dikarenakan masih banyaknya persoalan terkaiat kehalalanya dan ini harus dicari solusinya agar para orang tua menyetujui. Berikan sosialisasi, tim kita siap dan kita harap  apa yang kita terapkan agar tercapai," tandasnya. 

 

 

*

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved