TRIBUNWIKI

SOSOK Andrea Hirata, Penulis Novel Terkenal yang Dapat Beasiswa S2 di Perancis dan United Kingdom

Andrea Hirata lahir di Belitong 24 Oktober 1967 dan dibesarkan di keluarga miskin yang tidak jauh dari tambang timah milik pemerintah.

Tayang:
Penulis: Putri Chairunnisa | Editor: Ayu Prasandi
KOMPAS.com/THALIA SHELYNDRA WENDRANIRSA
Andrea Hirata diabadikan di Pejaten Village, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9/2015). 

TRIBUN-MEDAN.COM – Sosok Andrea Hirata sudah dikenal masyarakat lokal maupun internasional melalui kesuksesannya setelah merilis novel Laskar Pelangi atau The Rainbow Troops pada tahun 2005.

Andrea Hirata Seman Said Harun atau yang lebih dikenal dengan Andrea Hirata lahir di Belitong 24 Oktober 1967 dan dibesarkan di keluarga miskin yang tidak jauh dari tambang timah milik pemerintah, yakni PN Timah (Sekarang PT Timah Tbk.)

Andrea Hirata menempuh pendidikan di Jurusan Ekonomi, Universitas Indonesia yang kemudian mendapat beasiswa untuk melanjutkan S2 di Universite de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom.

Baca juga: SOSOK Joko Anwar, Anak Medan yang Kini Jadi Produser Film Terkenal, Berikut Film-film Karyanya

Ia lulus cumlaude dan tesisnya di bidang ekonomi telekomunikasi kini telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan terbit menjadi buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku tersebut telah beredar sebagai referensi ilmiah.

Laskar Pelangi adalah novel pertamanya yang ditulis berdasarkan pengalaman masa kecilnya di Belitong dan menyelesaikannya dalam tiga minggu.

Ia mengemas Laskar Pelangi sebagai gambaran ironi tentang kurangnya akses pendidikan bagi anak-anak di salah satu pulau terkaya di dunia.

Novel ini sukses terjual sebanyak lima juta eksemplar, dengan edisi bajakan terjual 15 juta lebih.

Laskar Pelangi telah diterbitkan dalam 25 versi bahasa asing dan beredar di 130 negara. Novel ini menjadi referensi di banyak sekolah, universitas, dan lembaga di luar negeri untuk studi pendidikan, sastra, dan budaya Indonesia.

Laskar Pelangi meraih sejumlah penghargaan. Edisi Amerika meraih pemenang pertama New York Book Festival 2013 kategori General Fiction.

Di Jerman, Laskar Pelangi mendapat peringkat pertama Buchawards 2013 untuk edisi Jerman nya yang berjudul Die Regenbogen Truppe.

Novel tersebut juga terpilih jadi karya berkategori “vintage” oleh penerbit Random House serta jadi novel terfavorit tahun 2014 oleh sastrawan Timur Tengah.

Laskar Pelangi diangkat ke layar lebar teater musikal dan memiliki tiga sekuel, yaitu Sang Pemimpi (2006), Edensor (2007), dan Maryamah Karpov: Mimpi-mimpi Lintang (2008).

Selain tetralogi Laskar Pelangi, Andrea juga menghasilkan karya lain, yaitu seri dwilogi Padang Bulan yang berisikan Cinta di Dalam Gelas (2010), Padang Bulan (2010) dan Buku Besar Peminum Kopi (2020).

Baca juga: Sosok Farel Prayoga, Bawakan Lagu Ojo Dibandingke di Hadapan Presiden, Tamu Negara Ikut Dangdutan

Seri Aini yang berisikan Orang-Orang Biasa (2019), Guru Aini (2020, prekuel dari Orang-Orang Biasa) dan Buku Besar Peminum Kopi (2020, sequel OOB), Trilogi Sirkus Pohon yang berisi Sirkus Pohon (2017) dan novel lainnya Sebelas Patriot (2011) dan Ayah (2015).

Andrea juga merilis Laskar Pelangi Song Book (2012) yang berisi kisah-kisah dari Negeri Laskar Pelangi (Belitong) dan lagu-lagu karya Andrea Hirata yang dibawakan oleh Meda Kawu dan Cut Niken.

(cr32/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved