TERBONGKAR Uang 2 Miliar, Sambo dan Putri Pamer Tumpukan Dolar ke Ajudan : Happy-happy

ajudan dipamerkan tumpukan uang dollar setelah tragedi penembakan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo.

Tayang:
Editor: Dedy Kurniawan
Ho/ Tribun-Medan.com
Pusara Tersangka Pembunuhan Brigadir J 

TRIBUN-MEDAN.com - Terbongkar soal suap ke para ajudan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Tiga ajudan dipamerkan tumpukan uang dollar setelah tragedi penembakan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo.

Momen ini diceritakan Bharada E kepada Kuasa Hukumnya yang kedua, Deolipa Yumara yang karib disapa Olip. 

 

Baca juga: 66 Anggota Paskibraka Provinsi Sumut Bakal Dihadiahi Rekerasi ke Sekolah Taruna DIY, Ini Daftarnya

Fakta baru juga diungkap oleh Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, dalam program Kompas Pagi di Kompas TV, Selasa (16/8/2022). 

Ahmad Taufan Damanik menjelaskan, awalnya, Om Kuat atau KM serta Brigadir RR ini disebutkan turut membantu dan menyaksikan penembakan Brigadir J.

Baca juga: SUNGGUH KEJAM Ferdy Sambo Diduga Tarik Uang Rp 200 Juta dari Rekening Brigadir J Setelah Tewas

Menurut Ketua Komnas HAM, perencanaan skenario itu dilakukan tepat setelah Kuat Maruf dan Ferdy Sambo pulang dari Magelang.

Selain bersama Kuat Maruf, Ferdy Sambo pun merancang skenario pembunuhan ini bersama Brigadir RR.

Sambo Squad dan  Brigadir J
Sambo Squad dan Brigadir J (Ho/ Tribun-Medan.com)

Dari pukul 16.00 WIB, menurut Komnas HAM, Ferdy Sambo terlebih dulu ungkap soal insiden di Magelang yang menimpa istrinya, Putri Candrawathi.

Setelah itu, selama 1 jam Ferdy Sambo bersama Kuat Maruf dan Brigadir RR merencanakan skenario pembunuhan Brigadir J.

Baca juga: BERITA Putri Candrawathi Terkini, Kuasa Hukum Brigadir J Desak Bareskrim Tetapkan Putri Tersangka

Lalu, rencana itu pun dieksekusi di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 sekira pukul 17.07 WIB.

"Setelah itu, baru keluar dari rumah pribadi ke rumah dinas sekitar jam 17.07 WIB.

Satu jam itulah mereka membicarakan apa yang terjadi di Magelang, bersama RR dan KM," ungkap Ahmad Taufan Damanik

Ditegaskan Komnas HAM, fakta baru ini terungkap setelah memeriksa Ferdy Sambo dan beberapa tersangka.

Baca juga: Luna Maya Dilarikan Ke Rumah Sakit Karena Makan Keripik Super Pedas di Paqui One Chip Challenge

Baca juga: BEREMBUS Isu Kekuatan Sambo Melakukan Perlawanan ke Timsus Polri, Bocor Soal Intervensi

"Itu yang sebenarnya terjadi. Tapi bukan dalam bentuk rekaman kejadian. Tapi 1 jam lebih itu didapatkan informasi bahwa mereka, secara detil apa yang dialami istrinya, kemudian merancang tindakan pembunuhan itu,"

"Itu pengakuan FS dan yag lain-lain," paparnya.

Om Kuat dan Brigadir RR ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana Subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Komnas HAM, rupanya Kuat Maruf tak hanya turut menyaksikan penembakan Brigadir J, tapi ikut merancang skenario penembakan Brigadir J.

Kuat Maruf Dijanjikan Uang Rp 500 Juta

Saat jadi narasumber di Kabar Petang TV One, mantan pengacara Bharada E, Deolipa blak-blakan menyebut beberapa hari setelah Brigadir J dibunuh, Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, mengundang Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Maruf ke rumahnya.

Bukan tanpa alasan, kala itu Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi menawarkan uang kepada tiga orang bawahannya itu.

"Ketika mulai adem, dipanggil Bharada EE, Kuat, sama Bripka Ricky, ke rumahnya Sambo," kata Deolipa dikutip TribunJakarta dari YouTube TV One, pada Sabtu (13/8/2022).

"Di rumahnya Sambo ini, kata si Richard, ada Putri dan Pak Sambo, lalu mereka menawarkan uang," imbuhnya.

Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo menawarkan uang sejumlah fantastis kepada Bharada E, Bripka RR, Kuat Maruf.

Dimana pembagiannya Bharada E Rp1 Miliar karena dia yang menembak langsung Brigadir J, sementara Brigadir R dan Kuwat yang membantu, masing-masing mendapat Rp500 Juta.


Menurut Deolipa Yumara, kala itu Putri Candrawathi menunjukkan uang tersebut dalam mata uang dolar.

"Menawarkan uang, kepada Bharada E senilai Rp 1 miliar, lalu kepada Bripka RR Rp 500 juta, kepada kuat Rp 500 juta, uangnya ditunjukin, tapi dalam bentuk dolar," kata Deolipa Yumara.

Menurut Deolipa, Putri dan Ferdy Sambo sangat yakin kasus penembakan Brigadir J ini akan SP3 atau dihentikan penyidikannya.

Lalu suami istri itu berjanji akan memberikan uang tersebut, setelah sebulan pembunuhan Brigadir J di-SP3.

"Sebagai uang buat kamu happy,happy," kata Deolipa Yumara.

"Uang itu belum dikasih sampai sekarang," imbuhnya.

(*/Tribun-Medan.com) 

Artikel ini telah tayang TribunnewsMaker.com dengan judul AIB Kuat Maruf ART Ferdy Sambo Dibongkar Deolipa, Dijanjikan Uang Rp 500Juta: Buat Kamu Happy happy

Sumber: TribunNewsmaker
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved