COVID-19 Menyebar Lagi di India, Pasien di Rumah Sakit Meningkat,Pemerintah Imbau Warga Jangan Panik

Corona Virus (covid-19) kembali mengancam.Sebaran covid-19 memasuki wilayah India. emerintah India mengingatkan warganya agar tidak panik.

Editor: Salomo Tarigan
Channi Anand/AP via Nytimes
Penyebaran covid-19 di India memakan koban jiwa 

TRIBUN-MEDAN.com - Corona Virus (covid-19) kembali mengancam.

Sebaran covid-19 memasuki wilayah India. 

Meski demikian, pemerintah India mengingatkan warganya agar tidak panik.

Pihak berwenang India memperingatkan pada Selasa kemarin bahwa kasus rawat inap mengalami peningkatan di ibu kota negara itu, New Delhi.

Ini terjadi saat kota itu melaporkan lonjakan kasus virus corona (Covid-19).

Pejabat India pun meminta warganya untuk tetap memakai masker dan menerapkan tindakan pencegahan Covid-19.

Baca juga: GEGER Orang Mati Transfer Uang, Kabareskrim Buka-bukaan Fakta Baru Sadisnya Ferdy Sambo

"Kita menyaksikan peningkatan infeksi Covid-19, kasus positif yang tinggi secara konsisten, dan kasus infeksi ulang. Penting bagi kita untuk menyadari bahwa pandemi masih jauh dari kata 'selesai'. Saya mengimbau semua orang untuk secara ketat mematuhi perilaku yang sesuai dengan aturan Covid," cuit Letnan Gubernur Delhi, Vinai Kumar Saxena dalam akun Twitter miliknya.

Dikutip dari laman NDTV, Rabu (17/8/2022), Pakar Kesehatan Masyarakat sekaligus anggota Komisi The Lancet, Dr Suneela Garg mengatakan bahwa tingkat pemulihan untuk kasus infeksi memang bagus.

Namun kasus baru mengalami peningkatan, begitu pula dengan kasus rawat inap.

Dari 9000 tempat tidur untuk pasien Covid-19, lebih dari 500 saat ini telah ditempati.

Sementara itu, dari 2.129 tempat tidur ICU, lebih dari 20 di antaranya telah terisi.

"Tidak perlu panik, tapi ini penanda untuk tetap waspada," kata Kumar.

Menurut data yang dibagikan oleh Departemen Kesehatan negara itu, New Delhi pada Senin lalu telah melaporkan 1.227 kasus baru Covid-19 dengan tingkat positif mencapai 14,57 persen, bersamaan dengan 8 kasus kematian.

Sebelumnya, kota tersebut telah mencatat lebih dari 2.000 kasus setiap harinya selama 12 hari berturut-turut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved