ITSI Medan Gelar Festival Kopi, Teh, dan Kakao Nusantara

tujuan diselenggarakannya acara ini yaitu mempertemukan stakeholder dan mengoptimalkan perannya masing-masing

Penulis: Diana Aulia | Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan
Rektor ITSI Aries Sukariawan bersama para narasumber seminar dan peserta seminar di ruangan sidamanik ITSI Jalan Rumah Sakit Haji, Jalan Kenangan Baru, Percut Seituan, Deliserdang, Kamis (18/8/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) menggelar acara Festival Kopi Teh Kakao Nusantara 2022 dengan mengusung tema "Optimasi Peran dan Kontribusi Stakeholder Guna Mendukung Daya Saing Agribisnis Komoditas Penyegar", Kamis (18/8/2022).

Acara ini berlangsung di Ruangan Sidamanik ITSI Jalan Rumah Sakit Haji, Jalan Kenangan Baru, Percut Seituan, Deliserdang, dengan mengundang para praktisi, peneliti, dinas terkait dan para akademisi dari perwakilan dosen dan Mahasiswa Universitas di Kota Medan.

Dalam festival ini terdapat 10 rangkaian acara yang terdiri dari seminar, talkshow, exhibition (Expo dan Bazar), pelatihan & sertifikasi barista, battle barista, job fair, community gathering, sekolah lapangan iklim kopi, tea walk, dan donor darah.

Rektor ITSI, Aries Sukariawan mengatakan, tujuan diselenggarakannya acara ini yaitu mempertemukan stakeholder dan mengoptimalkan perannya masing-masing untuk meningkatkan agrobisnis sekaligus bersilaturahmi.

Baca juga: Sukseskan Presidensi G20, Menko Airlangga Beri Bukti Dukungan dari Sektor Pangan dan Agribisnis

"Tujuan kita memang ingin mempersatukan stakeholder dan mengoptimalkan perannya masing-masing untuk meningkatkan agrobisnis komunitas penyegar yaitu kopi, teh dan kakao," ujarnya.

Terpisah, Ketua Panitia Festival Kopi Teh Kakao Nusantara 2022, Sakiah menjelaskan bahwa satu diantara rangkaian acara ini, yaitu Seminar Nasional menjadi forum ilmiah yang membahas beberapa aspek mengenai kopi, teh, dan kakao.

"Seminar Nasional ini merupakan forum ilmiah, di mana di acara ini terdapat dosen dari berbagai Perguruan Tinggi mulai dari Andalas sampai Perguruan Tinggi Kalimantan yang mengikuti ini secara virtual. Di dalam seminar ini juga membahas berbagai aspek dari perkebunan, bukan hanya tanamannya saja tetapi termasuk aspek kesehatannya kemudian dari aspek budaya juga akan dibahas," jelasnya.

Oleh karen itu, pihaknya mengundang dari pusat penelitian Teh Kina yang merupakan pusat dari penelitian teh.

"Kemudian juga kami mengundang dari pusat penelitian kopi dan kakao yang berasal dari Jember yaitu Pak Agung," ucapnya.

Ada pun yang menjadi narasumber pada acara seminar hari ini adalah Dr Agung Wahyu Susilo, Eko Pranoto, SP, MP, Prof Dr Retna Astuti Kuswardani, Prof Dr Ir Alnopri, MS, Prof Dr Budi Agustono, Dr rer medic, dr M Ichwan, MSc, Sp KKLP.

Institut Teknologi Sawit Indonela (ITSI) Medan merupakan transformasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIP-AP), yakni perguruan tinggi yang menghasilkan sarjana di bidang agrobisnis perkebunan kelapa sawit.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved