Breaking News:

Sumut Terkini

Solar dan Pertalite di Dairi Langka, Pengusaha SPBU Prediksi Bulan September Akan Lebih Parah

Usut punya usut, antrian tersebut disebabkan padatnya kendaraan yang akan melakukan pengisian bahan bakar seperti Solar dan Pertalite.

TRIBUN MEDAN/ALVI
SPBU yang ada di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi.    

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Antrean panjang terjadi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) yang ada di Kabypate Kabupaten Dairi, Jumat(19/8/2022).

Pantauan Tribun Medan, antrean tersebut terjadi di beberapa SPBU salah satunya di Batang Beruh Kecamatan Sidikalang dan SPBU yang berada di Jalan Lintas Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi.

Usut punya usut, antrian tersebut disebabkan padatnya kendaraan yang akan melakukan pengisian bahan bakar seperti Solar dan Pertalite.

Menurut salah seorang pengguna sepeda motor, Dosmar Sianipar merasa kesulitan untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite.

Baca juga: Solar di SPBU Kawasan Medan Labuhan Mendadak Langka, Sopir Truk Menduga Ada Permainan Mafia BBM

"Sudah habis Pertalite semua bang, yang ada cuma Pertamax, " Ungkapnya.

Dirinya pun merasa keberatan karena harga Pertamax jauh lebih mahal dibandingkan Pertalite.

"Sulit juga bang. Pertamax terlalu mahal dibandingkan Pertalite, " Ungkapnya.

Sementara itu, menurut pengusaha SPBU yang ada di Kecamatan Sitinjo, Chandra Tambunan mengatakan kekurangan Solar dan Pertalite disebabkan karena pemasokan dari Pertamina tidak teratur.

Apalagi, di SPBU yang ada di Kabupaten Dairi ini merupakan jalur lintas yang sangat dibutuhkan oleh kendaraan yang kebanyakan menggunakan bensin Solar.

"Kami biasanya menerima 32 ton (minyak) setiap hari. Itu di bagi dua, 16 ribu liter Solar, dan 16 ribu pertalite. Namun, kadang dikirim 3 ribu liter, kadang mau dua hari baru dikirim mereka, " Ujarnya.

Menurut informasi yang diterimanya dari pihak Pertamina, penyaluran bahan bakar tersebut di atur oleh BPH Migas. Bahkan, dirinya pun menyebut kebijakan pemerintah tersebut rencananya akan beralihkan fungsi penggunaan Pertalite dengan Pertamax, dan Solar dengan Dexlite.

"Jadi sudah mulai ada kebijakan yang dari BPH Migas, masyarakat nanti sudah mulai beralih dari Pertalite ke Pertamax, dan Solar ke Dexlite, "Terangnya.

Dirinya pun sangat menyenangkan sikap pemerintah yang dianggap menyama ratakan kebijakan khususnya kepada penyaluran SPBU yang ada di daerah dengan SPBU yang ada di Kota Besar.

Baca juga: Antrean Truk Menunggu Solar Mengular di SPBU Kabupaten Sergai, Pertamina: Tidak Ada Kelangkaan

"Ini kan sebenarnya tidak bisa disama ratakan dengan yang ada di kota besar. Ini jalur lintas. Jangan ikut terimbas yang ada di daerah ini, " Sebutnya.
Dirinya pun memprediksi kelangkaan bahan bakar tersebut akan lebih diperparah pada Bulan September mendatang.

"Dibulan September bakal lebih parah lagi ini. Karena semua kebijakan bakal menggunakan aplikasi,"katanya.

(Cr7/Tribun-Medan.com).

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved