Sumut Terkini

Aparat Gabungan Terlibat Gesekan dengan Masyarakat Adat Sihaporas, Dua Ibu Alami Luka-luka

Tujuan dari pihak aparat keamanan mau membuka blokade masyarakat adat dan meninjau pembibitan TPL.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
HO
Masyarakat Adat Sihaporas terlibat gesekan dengan Tim Gabungan berisi Polres Simalungun, Kodim 0207/Simalungun dan Satpol-PP Kabupaten Simalungun di Kawasan Hutan Tanaman Industri PT Toba Pulp Lestari, yang juga merupakan kawasan hutan milik masyarakat adat, Senin (22/8/2022) 

Baca Juga: Lihat Peta Enclave Sihaporas 1916 Zaman Belanda, Lamtoras Semangat Pejuangkan Tanah Leluhur

Aparat keamanan juga masih di lokasi.

“Polisi bersikeras mereka akan datang lagi. Mereka aras dampingi TPL untuk masuk melakukan aktivitas. Kita tetap menolak kegiatan tersebut, karena ini adalah tanah adat,” kata Sekretaris Lamtoras Jonny Ambarita yang kesal dengan langkah pemerintah mengizinkan PT TPL beraktivitas di wilayah sengketa dengan masyarakat adat.

Jonny sendiri menyetujui langkah pembentukan investigasi yang diinisiasi Forkopimda Simalungun. Untuk itu, ia meminta keterlibatan masyarakat adat Lamtoras duduk di dalamnya.

“Kita sangat setuju kalau memang itu dibentuk. Tapi dengan melibatkan kita. Tentunya kegiatan juga jangan dilakukan sampai ada hasil verifikasi dan identifikasi,” katanya.

Kapolres Simalungun AKBP Ronald FC Sipayung mengatakan, bahwa patroli yang dilakukan guna untuk memastikan dan mengecek informasi yang diterima pihaknya, terkait adanya masyarakat Lamtoras di sihaporas yang melakukan penutupan-penutupan jalan, dengan menebang pohon dan kemudian melentangkan nya di tengah jalan, sehingga tidak bisa diakses dan dilewati.

"Dan memang tadi kita ke sini kita temukan itu, lebih dari lima titik, dan kita tadi langsung melakukan tindakan pembersihan, kita memotong pohon-pohon yang menghalangi jalan" ucap Kapolres Simalungun saat diwawancarai.

Ditambahkan Kapolres, pihaknya juga melakukan patroli, karena mendapat info atau laporan adanya lokasi pembibitan PT.TPL yang tidak dizinkan dirawat oleh PT TPL.

Baca juga: Masyarakat Adat Sihaporas Hampir Terlibat Bentrok dengan Polisi, Buntut Konflik dengan PT TPL

Apalagi, kata Kapolres, pihaknya bersama Dandim dan Pemerintah Daerah, bersama perwakilan masyarakat sihaporas telah melakukan 4 kali pertemuan atau mediasi. 

Dalam pertemuan itu, Polres Simalungun telah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perbuatan melanggar hukum. 

"Namun sayangnya, kita mendapati masyarakat melakukan penutupan jalan dengan batang pohon besar yang dilintangkan di tengah jalan.

 Namun masyarakat tetap melakukan pengadangan kepada kita, tapi sudah negosiasi, kita meminta agar kita bisa masuk melakukan patroli dan peninjauan ke dalam, karena ini wilayah kesatuan Republik Indonesia" ucap Kapolres.

Soal permintaan masyarakat, tentang masyarakat adat, kata Kapolres bahwa hal itu sudah direspon oleh Pemerintah daerah dan sudah ada progresnya.

"Kami berharap kepada masyarakat dan PT. TPL untuk sama-sama menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah ini, dan jangan memaksakan kehendak masing-masing, jangan mengklaim pembenaran" tegas Kapolres.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved