Misteri Keberadaan Alat Kelamin Rasputin, Usai Mati Disebut Dibagi ke Para Pengikutnya, Benarkah?

Meskipun dikenal sebagai seorang biarawan, Rasputin tidak termasuk dalam kelompok yang mempraktikkan hal-hal seperti kesederhanaan dan pantangan.

the vintage news
Sang penyihir Grigori Yesimovich Rasputin sangat terkenal di Kekaisaran Tsar Rusia, khususnya karena banyak yang percaya dirinya memiliki kekuatan supranatural yang menakutkan. Namun, meski terkenal, bukan kesan baik yang muncul jika nama Rasputin disebut. Orang Rusia pada umumnya sangat membenci sosoknya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Grigori Rasputin merupakan legenda Rusia. Dia adalah seorang pria yang kematiannya lebih menggemparkan daripada kehidupannya.

Pengaruhnya pun begitu besar sehingga banyak yang percaya bahwa dia menguasai seluruh negeri.

Tapi terlepas dari semua mitos dan legenda seputar "Biksu Gila" Rusia itu, ada legenda yang lebih besar di sekitarnya yakni nasib alat kelamin Rasputin.

Menurut salah satu legenda, alat kelamin Rasputin dipatahkan dan dibagi di antara para pengikutnya.

Yang lain percaya, kultus ekspatriat Rusia benar-benar memuja organ yang terputus itu dengan harapan kekuatannya akan menular pada mereka dan memberi mereka kesuburan.

Sebelum mencoba memahami apa yang terjadi pada alat kelamin Rasputin, penting untuk memahami mengapa hal itu menjadi bagian penting dari sejarahnya.

Meskipun dikenal sebagai seorang biarawan, Rasputin tidak termasuk dalam kelompok yang mempraktikkan hal-hal seperti kesederhanaan dan pantangan.

Sebaliknya, Rasputin dikabarkan menjadi bagian dari sekte yang dikenal sebagai khlysts, atau khlysti.

Menurut Encyclopedia Britannica, sekte Kristen Ortodoks bawah tanah ini percaya bahwa seseorang hanya "paling dekat dengan Tuhan" ketika ia mencapai kondisi kelelahan seksual setelah periode pesta pora yang berkepanjangan.

Seperti yang bisa dibayangkan, ini membuat Rasputin cukup populer di kalangan wanita Tsar Rusia — termasuk, diduga, dengan istri Tsar.

Bahkan lama setelah kematiannya, desas-desus yang tidak berdasar tentang perselingkuhan Rasputin dengan Tsarina Alexandra tetap ada dan diyakini telah berperan dalam motif para bangsawan yang membunuh "Biksu Gila" tersebut.

Namun, seperti yang dikatakan sejarawan Douglas Smith kepada majalah Town and Country, kecil kemungkinan keduanya tidur bersama.

"Alexandra adalah wanita Victoria yang cukup sopan," kata Smith. "Tidak mungkin, dan tidak ada bukti, bahwa dia akan melihat ke Rasputin untuk berhubungan seks."

Kematian Rasputin dan nasib alat kelaminnya tetap menjadi bahan perdebatan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved