Breaking News:

PPDB di Binjai

DUGAAN Pungli PPDB di SMP Negeri Binjai Berkedok Biaya Perlengkapan Sekolah Rp 700 Ribu

Ada salah satu SMP Negeri di Kota Binjai mematokkan harga perlengkapan sekolah sebesar Rp 700 ribu tanpa melalui mekanisme rapat.

Tribun Medan/HO
ILUSTRASI PUNGLI - Dugaan pungli terjadi di salah satu SMP Negeri di Binjai, Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Indikasi berupa dugaan pungli pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri tahun 2022 jadi sorotan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Binjai.

Ketua HMI Kota Binjai Nofrizal mengatakan dugaan pungli bermula dari yang orangtua murid diwajibkan membayar perlengkapan sekolah dengan besaran yang berbeda-beda.

"Persoalan perlengkapan sekolah ini jadi catatan penting lantaran sudah banyak sekolah di berbagai daerah yang melakukan hal serupa dan menjurus ke pungli," ujar Nofrizal kepada Tribun Medan, Selasa (23/8/2022).

Baca juga: INI WAJAH Pemerkosa Mama Muda Percut Seituan, Ditembak Polisi dan Ditangkap

Lanjut pria yang kerap disapa Nofri, dari informasi, data dan fakta yang diperoleh, bahwa ada salah satu SMP Negeri di Kota Binjai mematokkan harga perlengkapan sekolah sebesar Rp 700 ribu

"Seharusnya kepala sekolah selaku penanggung jawab penuh bisa mempertimbangkan hal tersebut, karena tak semua orang tua murid mampu secara finansial untuk membayar perlengkapan sebesar itu," ujar Nofrizal.

"Saya menduga, bahwa kepala sekolah dalam pengadaan perlengkapan menggunakan tangan perwakilan orangtua (Komite Sekolah), sementara faktanya tidak ada rapat antar orang tua siswa-siswi yang dilaksanakan terkait hal itu (perlengkapan sekolah)," sambungnya.

Baca juga: 5 FAKTA Penggerebekan Judi Online Terbesar di Sumut, Wara-wiri Polisi hingga Si Raja Judi Kabur

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2012, dalam pasal 9 ayat 1 menyebutkan, satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah, dan atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan.

"Banyak orang tua siswa-siswi ang terkejut karena merasa tidak ada rapat sebelumnya. Maka hal ini tentu menjurus ke pungli," tutup Nofrizal.

Merespons persoalan tersebut, Tribun Medan masih berupaya untuk mendapatkan penjelasan dari pihak dinas terkait.

(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved