Berita Persidangan

PALAK Penumpang Angkot Pakai Pisau, Dua Pria Pengangguran Asal Medan Sunggal Diadili

Nekat palak (memeras) penumpang angkutan umum dengan pisau, dua lelaki pengangguran mau tak mau harus duduk di kursi pesakitan PN Medan

TRIBUN MEDAN/EDWART
Supir Angkot Irwansyah saat memberikan keterangan terhadap terdakwa Muhammad Guntur dan Bima Pranata di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa(22/8/2022). 

Palak Penumpang Angkot Pakai Pisau, Dua Lelaki Pengangguran Asal Medan Sunggal Diadili

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Nekat palak (memeras) penumpang angkutan umum dengan pisau, dua lelaki pengangguran mau tak mau harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Medan.

Dua lelaki asal Medan Sunggal; yakni Muhammad Guntur (33) l dan Bima Pranata (26) diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa(22/8/2022).

Dalam sidang perdana tersebut, dihadirkan saksi Irwansyah selaku sopir angkot. Ia emnuturkan saat itu angkotnya hanya berisi para terdakwa dan seorang wanita.

Baca juga: DUGAAN Pungli PPDB di SMP Negeri Binjai Berkedok Biaya Perlengkapan Sekolah Rp 700 Ribu

"Kejadian di dalam angkot saya pak, ada tiga orang di dalam. Dua terdakwa satu korban.
Terdakwa ini mengeluarkan pisau ke arah korban," kata saksi menjawab pertanyaan Hakim.

Usai menjalankan aksinya, para terdakwa lantas melarikan diri. Namun naasnya,setelah turun dari angkot para terdakwa ditangkap beserta barang bukti pisau dan uang sebesar Rp 25 ribu.

Baca juga: INI WAJAH Pemerkosa Mama Muda Percut Seituan, Ditembak Polisi dan Ditangkap

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Yanti dalam dakwaannya menuturkan bahwa perkara ini bermula pada hari Senin tanggal 09 Mei 2022 sekira pukul 14.00 Wib di Jalan TB. Simatupang, Kecamatan Medan Sunggal.

"Pada saat itu terdakwa Muhammad Guntur mengajak terdakwa Bima Pranata untuk melakukan pemerasan (pemalakan) terhadap seorang perempuan di terminal Pinang Baris. Setelah para terdakwa mendapatkan uang Rp 25 ribu mereka naik ke dalam angkot. Lalu para terdakwa melihat seorang laki-laki di sudut angkot dan seorang perempuan di dekat pintu masuk angkot," kata JPU

Kemudian terdakwa Bima Pranata berkata "mana uang mu?" kepada saksi korban Muhammad Ilham sambil menarik sebilah pisau yang berada di pinggang sebelah kanannya.

Tidak berapa lama kemudian saksi Suroto dan saksi Rudiharto (masing-masing anggota Polisi Polsek Medan Sunggal) datang dan berkata "kami Polisi".

Pada saat itu para terdakwa keluar dari angkot namun berhasil ditangkap para saksi.

Selanjutnya para terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Polsek Medan Sunggal untuk diproses lebih lanjut.

"Perbuatan para terdakwa diatur dan diancam pidana menurut Pasal 368 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,"tuturnya.

(cr28/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved