Pengembangan Pertanian Terpadu

Bupati Pakpak Bharat Sampaikan Hal Ini Saat Rapat Pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu di Sumut

Edy Rahmayadi pun berpesan kepada para bupati untuk selalu bersinergi dalam melaksanakan program pembangunan pertanian secara terpadu di Sumut.

Editor: Abdi Tumanggor
Diskominfo Pakpak Bharat
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor (kanan) dan Gubernur Edy Rahmayadi setelah Rapat Pengembangan Pertanian Terpadu bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Jabatan Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Kamis (25/8/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menghadiri Rapat Pengembangan Pertanian Terpadu bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Jabatan Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Kamis (25/8/2022).

Adapun wilayah Pengembangan Pertanian Terpadu tersebut yaitu Kabupaten Pakpak Bharat, Dairi, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, dan Humbang Hasundutan.

Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung pembangunan kawasan pertanian terpadu di wilayah Pakpak Bharat, Dairi, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, Humbahas yang sedang digagas saat ini.

Edy Rahmayadi pun berpesan kepada para bupati untuk selalu bersinergi dalam melaksanakan program pembangunan pertanian secara terpadu di Provinsi Sumatera Utara.

Edy Rahmayadi juga mengatakan, Pakpak Bharat dipandang punya peluang besar dalam pengembangan pertanian terpadu ini, mengingat luas potensi lahan pertanian maupun pengembangan tanaman pangan, perikanan dan peternakan.

Hal itu melihat luas potensi tanaman pangan dan holtikultura, tanaman perkebunan, lahan peternakan, lahan peternakan terintegrasi perkebunan, serta lahan perikanan.

"Maka Kabupaten Pakpak Bharat layak untuk dijadikan lokus pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu,"ujar Gubernur Edy Rahmayadi.

Rapat Pengembangan Pertanian Terpadu di Sumut
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor (dua kiri) saat Rapat Pengembangan Pertanian Terpadu bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Jabatan Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Kamis (25/8/2022). (Diskominfo Pakpak Bharat)

Sementara, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menjelaskan, selain hal di atas, Kabupaten Pakpak Bharat merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba dan Kawasan Prioritas Pedesaan Nasional (KPPN), sehingga dirasa urgent untuk mendapat perhatian khusus dalam peningkatan produksi tanaman, penyediaan benih dan saprodi untuk tanaman pangan demi mewujudkan program ketahanan pangan.

"Saat ini kami sangat kesulitan dalam mengembangkan dan menggali semua potensi-potensi yang kami miliki, mengingat keterbatasan kesediaan Anggaran pada Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, maka bersama ini mohon kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara untuk kiranya berkenan mengalokasikan bantuan pengembangan kawasan pertanian terpadu seluas 115 Ha di Desa Ulu Merah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu,"ujar Franc Bernhard Tumanggor di hadapan Gubernur Edy Rahmayadi.

Lebih jauh Franc Bernhard Tumanggor juga menjelaskan tujuan pengembangan pertanian terpadu ini adalah untuk membantu petani dalam penyediaan bantuan benih varietas unggul dan saprodi tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan, menambah jumlah petani yang terfasilitasi dalam pengembangan komoditi strategis.

"Oleh karena itu mohon dibantu kami meningkatkan produktivitas tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perinakan serta meningkatkan perekonomian petani dalam membantu percepatan pembangunan di Kabupaten Pakpak Bharat,"ujar Franc.

"Sebagaimana cita dan angan kami, menjadikan Kabupaten Pakpk Bharat yang berdaulat dan mandiri secara pangan, menjadikan masyarakat Pakpak Bharat yang sejahtera dan nduma,"pungkas Franc Tumanggor kepada Gubernur Edy.

(*/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved