Breaking News:

Berita Medan

DIDUGA Gelapkan Dana Bos, PNS Asal Mandailing Natal Diadili di PN Medan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Leo Karnando Caniago dalam dakwaannya menunturkan pada Tahun 2019 terdapat sebanyak 115 Sekolah.

Penulis: Edward Gilbert Munthe | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/EDWARD
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Leo Karnando Caniago saat membacakan dakwaannya kepada terdakwa Andriansyah Siregar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin(29/8/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Andriansyah Siregar (42) Ketua Tim Manajemen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) warga Jalan Indah Bhakti, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (29/8/2022).

Andriansyah diadili karena ketahuan memakan atau menggelapkan dana BOS.

Baca juga: Siksa Tahanan Polrestabes Hingga Tewas, Aipda Leonardo Sinaga Jalani Sidang Perdana di PN Medan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Leo Karnando Caniago dalam dakwaannya menunturkan pada Tahun 2019 terdapat sebanyak 115 Sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal mendapatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja dengan total anggaran sebesar Rp 10,136 miliar. 

Dengan rincian sebagai berikut:

1. Sebanyak 88 Sekolah Dasar (SD) dan 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendapatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi sebesar Rp 8,032 miliar. 

2. Sebanyak 8 Sekolah Dasar (SD) dan 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendapatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja sebesar Rp 2,104 miliar.

"Bahwa Anggaran Dana BOS Afirmasi dan Kinerja Tahun 2019 disalurkan oleh Kementerian Pendidikan melalui Nomor Rekening masing-masing setiap Sekolah Penerima pada Bulan Desember Tahun 2019," kata JPU.

Selanjutnya Ketua Tim BOS Kabupaten pada Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natalyang pada saat itu dijabat oleh saksi Abdullah Sakti Ritonga melakukan sosialisasi penggunaan Dana BOS Afirmasi dan Kinerja Tahun 2019 kepada setiap Kepala Sekolah penerima yang bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal.

"Kepala Sekolah penerima Dana BOS Afirmasi dan KinerjaTahun2019 melakukan pemesanan barang-barang berupa perlengkapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berupa laptop serta mobiler yang terdiri meja dan kursi yang pembeliannya dilakukan melalui akun SIPLah Blibli.com," ujarnya.

Kemudian atas pemesanan barang-barang tersebut diserahkan oleh pihak penyedia pada bulan Januari Tahun 2020 sehingga tidak dapat dilakukan pembayaran dikarenakan pembayaran telah melewati masa Tahun anggaran yaitu Tahun 2019.

Baca juga: Tak Kuat Menahan Tangis, Kepala Unit UPTJJ Tarutung Divonis Bebas dalam Persidangan di PN Medan

Terdakwa Andriansyah Siregar diangkat sebagai Ketua Tim Manajemen BOS Kabupaten Mandailing Natal di Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal yang diangkat berdasarkan Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor:450/0370/K/2020 tanggal 23 April Tahun 2020 Tentang Tim Pengarah Dan Tim Manajemen Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten Mandailing Natal TahunAnggaran 2020.

Pada saat menjabat sebagai terdakwa membuat Nota Dinas Nomor: 04/BOS/DISDIK/2020 tanggal 17 Juni 2020 kepada Bupati Mandailing Natal.

Pada saat itu, Bupati Mandailing Natal memerintahkan untuk melakukan Pemeriksaan Khusus terhadap Penggunaan Dana BOS Afirmasi dan Kinerja tahun 2019 yang diposisikan kepada Inspektorat Daerah Kabupaten Mandailing Natal. 

Selanjutnya Inspektorat mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Nomor: 050/LHP/DTT/INSP/2020 tanggal 30 Juli 2020 yang menyatakan agar pengadaan atas belanja Dana BOS Afirmasi dan Kinerja TA 2019 tidak bisa dibayarkan lagi disebabkan telah melampaui tahun anggaran 2019 dan agar melakukan penganggaran kembali pada tahun berikutnya untuk melanjutkan pengadaan atas belanja Dana BOS Afirmasi dan Kinerja Tahun 2019.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved