Breaking News:

Harga Tiket Pesawat Turun 15 Persen, Angin Segar Industri Pariwisata

Kebersihan, keramahtamahan, dan keindahan perlu dilakukan agar wisatawan senang, betah dan mau datang lagi.

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
ANGEL AGINTA/TRIBUN-MEDAN
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat diwawancarai awak media ketika hadir dalam opening ceremony W20 yang diselenggarakan di Hotel Niagara, Parapat, Kabupaten Simalungun, Selasa (19/7/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mahalnya harga tiket pesawat terbang menjadi isu hangat yang kerap diperbincangkan beberapa waktu terakhir. Namun, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membawa kabar baik, Selasa (30/8/2022).

Ia mengungkapkan, harga tiket saat ini mengalami penurunan 15 persen. Sandiaga mengatakan, dengan penurunan harga tiket pesawat menjadi angin segar bagi industri pariwisata.

“Good news teman-teman, jadi berkat doa dan kerja sama kita, harga tiket pesawat turun 15 persen, dan menjadi angin segar bagi industri pariwisata, Alhamdulillah,” kata Sandiaga mengutip Instagram @sandiuno.

Sandiaga mengatakan, hal ini tidak lepas dari upaya dan kerja keras Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN.

Pihaknya juga sangat mengapresiasi upaya tersebut, dan diharapkan beberapa maskapai bisa menambah jumlah armada dan rute menjelang musim liburan, atau peak season.

Maskapai penerbangan dengan cepat menambah armada mulai dari Garuda Indonesia, dan Citilink, hingga Lion Group, dan berbagai maskapai luar negeri juga ikut mendukung.

Baca juga: Pengamat Nilai Walikota Bobby Nasution Miliki Semangat Milenial Dalam Promosikan Pariwisata Medan

"Sehingga harga tiket pesawat, kita harapkan akan lebih terjangkau memasuki masa-masa peak season dan akhir tahun,” jelas dia.

Sandiaga juga mendorong, adanya penambahan rute penerbangan baru. Hal ini menurut Sandiaga, kenaikan harga tiket pesawat sebelumnya dalam kurun waktu yang cukup lama berpotensi menurunkan kunjungan wisatawan.

"Ini harus kita hindari, dan saya berharap ini menjadi momentum kebangkitan (pariwisata) kita. Sekarang yang mau healing dan refreshing tidak perlu pening," tutupnya.

Sementara, Pengamat Ekonomi Sumatra Utara, Wahyu Ario Pratomo berpendapat hal serupa dan tentunya akan menggerakkan pariwisata Sumut. Menurutnya, salah satu yang mempengaruhi masyarakat ketika berwisata adalah biaya perjalanan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved