Sumut Terkini

Lokasi 11 Mata Air di Siantar Terancam Akibat Pembangunan Kavling Perumahan Baru

Bahkan, akibat dari kegiatan pengembang tersebut membuat longsor dinding tanah di sekitar lahan. 

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN - ALIJA MAHRIBI
Penampakan areal mata air di sekitar pemukiman Kelurahan Martoba, Kota Siantar yang akan dijadikan kompleks perumahan, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Sebanyak 11 titik mata air di Lingkungan III, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Barat terancam hilang akibat akan dibangunnya kompleks perumahan di kawasan tersebut.

Bahkan, akibat dari kegiatan pengembang tersebut membuat longsor dinding tanah di sekitar lahan. 

Amatan Tribun Medan di lokasi, Selasa (30/8/2022), areal yang akan dibangun tersebut tampak beroperasi alat berat. Alat berat ekskavator membuat aliran mata, mengambil batu, dan membuat erosi tanah sekitar.

Menurut penuturan warga, Thamrin, longsor atau erosi tanah di sekitar terjadi Senin (29/8/2022) kemarin. Erosi tersebut mengkhawatirkan tembok jalan ikut jatuh. 

Baca juga: Antisipasi Kelangkaan BBM, Kapolres Siantar Rapat dengan Dinas Koperasi UKM serta Pengusaha SPBU

“Iya semalam longsornya,” kata Thamrin yang ditemui di lokasi kegiatan.

Senada dengan warga sekitar, perwakilan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Martoba Irwansyah menyayangkan sikap pemborong yang gegabah merusak fasilitas jalan dan pagar  pemerintah yang dibangun oleh swadaya masyarakat dan dana kotaku.

“Kita meminta itu dihentikan dan yang rusak itu segera diperbaiki. Kalau curah hujan kita tinggi, itu sangat berbahaya bagi penduduk sekitar,” ujar Irwansyah mempertimbangkan akan membuat pengaduan masyarakat.

Irwan juga melanjutkan, bahwa di areal tersebut rawan longsor. Longsor sebelumnya sempat terjadi tahun 2017, dan kini kembali terjadi akibat galian pengembang (developer) perumahan. 

“Itu sering longsor. Udah dua kali di situ. Jadi harus dipertimbangkan juga keselamatan semuanya,” kata Irwan.

Berkaitan dengan potensi hilangnya 11 mata air di areal tersebut, Lurah Martoba Ade Kurnia Harchan menyampaikan pihaknya juga mengaku tak pernah ditunjukkan izin pengelolaan lahan dari pihak pengembang. Sejauh ini, kelurahan hanya diberi informasi akan dilakukan aktivitas galian di lokasi tersebut 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved