Generalisasi
Pengertian Generalisasi Menurut Para Ahli dan Jenis-jenisnya
Generalisasi dapat dikatakan sebagai jantung matematika, dan muncul dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah kesimpulan umum.
Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN - Generalisasi adalah bagian dari penalaran induktif.
Kemampuan untuk menggeneralisasi membantu orang menjadi warga negara yang terinformasi, komunikator yang efektif, pembuat keputusan yang reflektif, dan pemecah masalah yang berwawasan luas.
Generalisasi dapat dikatakan sebagai jantung matematika, dan muncul dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah kesimpulan umum.
Generalisasi sangat penting bagi dunia matematika, sehingga banyak profesional tidak lagi memperhatikannya karena bagi mereka hal itu adalah hal dasar.
Baca juga: Pengertian Konjungsi, Jenis-jenis dan Contohnya
Pengertian Generalisasi Menurut Para Ahli
Keraf
Generalisasi adalah proses penalaran yang dimulai dari beberapa fenomena individu dan pada dasarnya berasal dari kesimpulan umum yang mencakup semua fenomena.
Generalisasi memiliki implikasi penting ketika kesimpulan yang diperoleh dari berbagai fenomena di atas seharusnya tidak hanya mencakup semua fenomena tersebut, tetapi juga berlaku untuk fenomena serupa lainnya yang belum diselidiki.
Mundiri
Generalisasi adalah apa yang sering disebut sebagai proses berpikir yang mendahului penyelidikan sejumlah besar fenomena tertentu untuk sampai pada kesimpulan umum tentang segala sesuatu yang terlibat.
Dengan demikian, hukum yang disimpulkan dari fenomena yang diselidiki berlaku untuk fenomena yang diselidiki dan fenomena serupa yang tidak diselidiki.
Surajiyo
Generalisasi adalah penyimpulan yang menarik kesimpulan umum dari premis-premis yang berbentuk proposisi empiris.
Jenis-Jenis Generalisasi
Menggeneralisasi adalah membentuk kesimpulan umum dari sesuatu. Ada perbedaan tertentu dalam generalisasi yang harus dipahami.
Baca juga: Materi Belajar Siswa: Pengertian Garis Vertikal
Ada pun jenis-jenis generalisasi adalah sebagai berikut:
Generalisasi Sempurna
Jenis-jenis generalisasi yang pertama adalah generalisasi sempurna yang dalam proses pengambilan kesimpulan di mana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Generalisasi Tidak Sempurna
Jenis-jenis generalisasi berikutnya adalah generalisasi tidak sempurna yang merupakan pengambilan kesimpulan di mana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena saja yang diselidiki, namun hal ini diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana satin.
Generalisasi tidak sempurna memiliki prosedur pengujian tersendiri.
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Berikut prosedur pengujian atas generalisasi tidak sempurna:
Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
Sampel harus bervariasi.
Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.
Generalisasi pada Bahasa Indonesia
Selain dalam matematika, generalisasi juga digunakan dalam bahasa Indonesia yang disebut juga dengan paragraf generalisasi.
Generalisasi di sini berarti rangkaian kalimat yang membicarakan suatu ide atau topik.
Kalimat-kalimat dalam paragraf generalisasi dihubungkan untuk menunjukkan kesatuan pikiran atau untuk membentuk suatu gagasan atau topik.
Generalisasi juga merupakan karangan yang menggunakan pendekatan terbimbing, generalisasi penyajian ini berupa fakta atau penjelasan dari kalimat awal dalam sebuah paragraf.
Arti generalisasi atau perluasan makna adalah memperluas arti suatu kata yang semula mempunyai arti khusus menjadi arti yang lebih luas atau lebih umum. Jenis semantik ini termasuk jenis perubahan semantik.
Selanjutnya, ciri paragraf yang digeneralisasikan dapat berupa kalimat yang posisinya agak ke dalam sekitar lima coretan, dan bentuk paragraf menggunakan badan utama (body) yang ditentukan dalam kalimat subjek.
Setiap paragraf menggunakan kalimat topik dan selebihnya merupakan kalimat pengembang yang fungsinya menjelaskan, menguraikan, atau menjelaskan ide pokok dalam kalimat topik.
Ciri lain dari paragraf yang digeneralisasi adalah mereka menggunakan pemikiran eksplanatori (explanatory ideas) yang diungkapkan sebagai teks eksplanasi.
Kalimat ini berisi rincian kalimat subjek. Sebuah paragraf hanya berisi satu kalimat topik dan beberapa kalimat penjelasan.
Setiap kalimat penjelas berisi rincian yang sangat spesifik dan tidak mengulangi penjelasan lainnya.
(cr30/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anak-belajar-bingung-tribun-medancom_20150429_114616.jpg)