Breaking News:

Penganiayaan

Sekdes di Dairi Sok Jago, Istrinya Ikut Aniaya Warga, Ancam Tidak Layani Masyarakat Karena Koperasi

Oknum Sekdes di Kabupaten Dairi sok jago, ancam warga hingga istrinya menganiaya masyarakat di kantor desa

TRIBUN MEDAN/ALVI SYAHRIN NAJIB
Erida Sihite yang menjadi korban penganiayaan oleh istri sekdes di Kabupaten Dairi. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIDIKALANG - WT, Sekretaris Desa Sinar Pagi, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi benar-benar sok jago.

WT mengancam tidak akan melayani warganya, hanya karena berbeda pendapat soal masalah pembangunan koperasi.

Tidak hanya itu, RET, istri dari WT malah menganiaya warga yang tidak sepaham dengan mereka.

Adapun korban penganiayaan bernama Eride Sihite.

Baca juga: Berdebat di Medsos Berujung Penganiayaan, Untung Polres Padangsidimpuan Bawa ke Jalur Mediasi

Ceritanya, pada Jumat, 22 Juli 2022 lalu, Erida bersama warga lainnya diundang ke kantor Desa Sinar Pagi untuk membicarakan pembangunan koperasi.

Kala itu, Erida dan warga lainnya tidak sepakat dengan rencana WT.

Alasannya, warga tidak setuju atas pembangunan koperasi yang diwacanakan WT.

Karena Erida dan warga lain tidak menolak pembangunan koperasi, WT lantas mengancam. 

Baca juga: BREAKINGNEWS Dokter Perempuan yang Aniaya Bayi Hingga Menjerit-jerit Akhirnya Ditangkap

"Kata sekdesnya, 'kalau kalian menolak, berarti kita dua kubu. Selama aku masih hidup di sini, apapun urusan kalian, enggak boleh keluar'," ucap Erida menirukan perkataan WT, Selasa (30/8/2022).

Setelah mengancam warga, WT menghubungi istrinya berinisial RET.

WT juga menelfon mertuanya.

Begitu istri dan mertuanya datang ke kantor desa, satu keluarga ini kembali mengintimidasi Erida.

Selanjutnya, RET, istri WT menganiaya Erida hingga selendangnya robek. 

Baca juga: Bayinya Dianiaya Dokter Perempuan, Alvin Manurung Tidak Mau Berdamai pada Pelaku

"Hanya ditarik saja sampai robek," katanya.

Atas penganiayaan ini, Erida kemudian melapor ke Polsek Tanah Pinem.

Sayangnya, laporan itu ditolak oleh Polsek Tanah Pinem.

Mereka menyuruh Erida ke Polres Dairi. 

Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Rismanto J Purba mengatakan pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan sedang dalam tahap penyelidikan.

"Laporannya sudah kami terima, dan sudah berjalan. Sementara ini sudah ada 6 saksi yang kami periksa," tutupnya.(cr7/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved