Berita Medan

Warga Kota Bangun Harap Pemerintah Bantu Pertahankan Lahan Lapangan Bola yang Diambil PT Gro Asia

Warga Jalan Boxit, berharap Pemerintah Kota (Pemko) Medan membantu untuk mempertahankan lapangan bola yang diambil alih oleh PT Gro Asia

Tribun Medan/Aprianto Tambunan
Halimah, warga asli Kota Bangun yang mengetahui sejarah lapangan bola di Jalan Boxit yang diambil alih PT Gro Asia. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Warga Jalan Boxit, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli berharap Pemerintah Kota Medan membantu untuk mempertahankan lapangan bola yang diambil alih oleh PT Gro Asia, Selasa (30/8/2022).

Warga jalan Boxit menolak pengambilalihan lapangan bola di Kota Bangun tersebut, karena mereka mempertanyakan kejelasan hak kepemilikan lahan.

Warga Lingkungan I Kelurahan Kota Bangun Halimah mengatakan, bahwa sejarah lapangan bola tersebut ia ketahui sejak dulu, karena memang lahir di Kota Bangun pada tahun 1956.

Baca juga: Dituding Serobot Lapangan Bola Masyarakat, PT Gro Asia Sebut Sudah Beli Tanah Sejak 2005

Dia mengatakan kepemilikan lahan yang disebut milik Almarhum H Samsudin yang menjual lapangan tersebut ke PT Gro Asia sejak tahun 2005 itu tidak benar adanya.

Pasalnya Almarhum H Samsudin tidak memiliki tanah di lahan tersebut.

"Aku sudah lahir di Kota Bangun ini sejak tahun 1956, tidak ada di sini tanah Samsudin," ucap Halimah, Selasa (30/8/2022).

Lapangan bola di Jalan Boxit merupakan hasil jerih payah masyarakat yang memperjuangkan lahan tersebut untuk dipergunakan sebagai sarana olahraga.

Wanita paruh baya tersebut mengatakan, tanah tersebut dihibahkan oleh Atok Kopek dan Atok Kede.

Dia beranggapan bahwa masalah lahan yang diperjualbelikan ke pihak perusahaan adalah permainan mafia tanah.

"Masyarakat yang memperjuangkan lahan ini untuk sarana olahraga,tanah ini dihibahkan oleh Atok Kopek dan Atok Kede," ungkap Halimah.

Halimah berharap, agar pemerintah membantu masyarakat Kota Bangun untuk mempertahankan lahan yang selama ini mereka gunakan sebagai sarana olahraga.

Baca juga: Eksekusi Lapangan Bola Kota Bangun Ricuh, Warga Terluka Diseret Polisi

Apalagi warga sudah bersusah payah untuk memperjuangkan lahan tersebut agar tetap bisa dimanfaatkan kelak oleh anak cucu mereka nantinya.

"Ya semoga pemerintah membantu kami masyarakat Kota bangun untuk mempertahankan lahan kami, karna kami sudah bersusah payah memperjuangkan lapangan ini untuk anak cucu kami gunakan berolahraga,"kata Halimah.

(cr29/tribun-medan.com)

 
 
 

 
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved