Breaking News:

News Video

Berikan Vaksin Kosong Kepada Siswa, Dokter RSU Delima Diadili di Pengadilan Negeri Medan

Diduga menyuntikkan vaksin kosong kepada siswa, Dokter Tengku Gita AIsyaritha jalani persidangan di Pengadilan Negeri

Penulis: Edward Gilbert Munthe | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Diduga menyuntikkan vaksin kosong kepada siswa, Dokter Tengku Gita AIsyaritha jalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN), Kamis(1/9/2022).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) hadirkan dua saksi Simon Ivanka (wali kelas) dan Wani Agusti (pembantu vaksinator) dalam persidangan.

Simon mengatakan dia bertugas sebagai pengamanan barisan para siswa. Dalam kegiatan tersebut, dirinya melihat ada 2 dokter sebagai penyuntik vaksin (vaksinator) dan 4 membantu vaksinator.

Kegiaatan tersebut berlangsung mulai pukul 9.00 WIB hingga 17.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, dia tidak melihat adanya kecurigaan yang dilakukan para dokter.

Namun, seusai acara tepatnya pukul 21.00 WIB, orang tua siswa evita anggi menghubungi Simon dan menyuruhnya untuk melihat video viral terkait perkara vaksin kosong.

""Boleh tolong lihat dulu videonya pak," kata orang tua Evita.

Setelah melihat video tersebut, Simon mengadukan kepada Kepala Sekolah. Dan keesokkan harinya, Kepala Sekolah tersebut menghadirkan para orang tua siswa untuk dimintai keterangan.

Selepas itu, Wani sebagai pembantu vaksinator mengaku telah memasukkan cairan vaksin kedalam spuit (alat suntik) sebanyak 0,5 ml.

Dan sempat melihat sebanyak 2 kali saat terdakwa mengurangi cairan yang berada didalam spuit.

"Saya melihat, sebelum spuit dibuka dari penutupnya, dokter Gita menekan squit sehingga cairan yang berada didalam berkurang (bantalan squit sudah dekat ke ujung jarum)," bebernya.

Selanjutnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina memperlihatkan bukti spuit yang digunakan dan Wani membenarkan barang tersebut.

"Benar buk," ucapnya.

Setelah menerima keterangan para saksi, Majelis hakim yang diketuai Immanuel Tarigan menunda persidangan hingga pekan depan dalam agenda pemeriksaan saksi.

Sebelumnya, JPU menuturkan dakwaannya pada Senin 17 Januari 2022 sekira pukul 09.00 WIB telah dilaksanakan kegiatan Vaksinasi Covid-19 Anak umur 6 sampai 11 tahun yang bertempat di Sekolah Dasar Wahidin Sudirohusodo Jalan Kol. Yos Sudarso Km 16,5 Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan yang diselenggarkan oleh Polsek Medan Labuhan dengan Petugas Pelaksana dari rumah Sakit Umum Delima.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved