Breaking News:

Pengepul dan Pedagang Rebutan Barang Bekas Usai 40 Kios di Terminal Aksara Dibongkar

Menurut Emri (49) pemilik kios yang dibongkar, pembongkaran ini sudah diberitahu pihak Dishub Deliserdang jauh-jauh hari.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/Anisa Rahmadani
Beberapa pemilik kios dan pengepul barang bekas sedang memilah material yang masih bisa digunakan kembali, pasca-pembongkaran kios di terminal Jalan Willem Iskandar, Kamis (1/9/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pasca pembongkaran kios yang ada di seputaran lokasi terminal di Jalan Willem Iskandar Kabupaten Deliserdang oleh petugas Dinas Perhubungan Deliserdang dan PUD Kota Medan, banyak pengepul barang bekas sekaligus masyarakat yang mengambil beberapa bahan bangunan yang belum rusak, Kamis (1/9/2022).

Dari amatan Tribun Medan, pedagang sekitar pembongkaran kios berebut mengambil beberapa bahan bangunan yang masih bisa digunakan.

Bahkan pemilik kios yang dibongkar ini juga sibuk mengambil beberapa barang seperti seng, kayu dan batako yang masih bagus untuk digunakan kembali.

Menurut Emri (49) pemilik kios yang dibongkar, pembongkaran ini sudah diberitahu pihak Dishub Deliserdang jauh-jauh hari.

Diceritakan Emri, sebelum pembongkaran, kemarin sore ia bersama beberapa pedagang lainnya sudah diinformasikan untuk mengosongkan barang.

"Jadi tidak ada kerugian karena barang-barang sudah dikosongkan semua. Dan ini sebenarnya hanya relokasi saja," kata pedagang baju tersebut.

Dijelaskan Emri, ada sekitar 40 kios yang dibongkar oleh petugas Dishub. "Ada 40 yang dibongkar dan tidak ada yang ribut karena kami diberikan tempat baru," katanya.

Baca juga: Pedagang Mengeluh, DPRD Medan Rekomendasikan Biaya Kios Pasar Aksara Turun 15 Persen

Sebelum pembongkaran dikatakan Emri, pihaknya melakukan pengundian dari pihak PUD Pasar Kota Medan.
"Jadi kami ini kan pindahan dari Taman Aksara yang kebakaran ke sini dan ini kami dipindahkan lagi ke Jalan Masjid depan Sekolah PAB Medan Estate," jelasnya.

Sebulan lalu, dikatakan, Emri agar tidak terjadi rebutan kios pihak PUD Kota Medan melakukan pengundian.
"Nah, jadi pengundian itu untuk nomor kios yang nantinya kami tempati dan hari ini kami mulai pindah ke sana," ucapnya.

Dijelaskan Emri, di lokasi yang baru tersebut tersedia 700 kios di mana nantinya seluruh pedagang pasar di pinggir jalan akan direlokasi ke sana.

"Kabarnya begitu jadi tidak ada lagi yang berdagang di pinggir-pinggir jalan tapi nggak tau apakah hanya berlaku untuk wilayah Deliserdang atau Kota Medan," jelasnya.

Emri juga menyatakan bahwa mereka yang hadir pasca pembongkaran tidak semua pemilik kios. "Inilah ada yang dari butut, ada yang memang pedagang ada juga yang pedagang sekitar sini meminta bahan bangunan yang bisa digunakan," jelasnya.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved