Kenaikan Harga BBM

FSPMI Sebut Pemerintah Tidak Punya Hati Nurani, Naikkan Harga BBM di Tengah Kemelaratan Rakyat

FSPMI Sumut menyebut pemerintah tidak punya hati nurani menaikkan harga BBM di tengah kemelaratan rakyat

Penulis: Alfiansyah | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pengendara mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU coco Putri Hijau, Medan, Sabtu (3/9/2022). Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, solar dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter serta Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter yang mulai berlaku pada Sabtu (3/9) pukul 14.30 WIB. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumatera Utara (FSPMI Sumut), Willy Agus Utomo menyebut pemerintah tidak punya hati nurani, karena menaikkan harga BBM di tengah kemelaratan rakyat. 

"Itu pemerintah tidak punya hati nurani, karena sudah tahu kondisi ekonomi rakyat saat ini lagi anjlok, ditambah lagi dengan pandemi Covid-19 kemarin," kata Willy kepada Tribun-medan.com, Minggu (4/9/2022).

Willy mengatakan, saat ini ekonomi masyarakat sedang lesu. 

Baca juga: KETUA Perhimpunan Nelayan Medan Sebut Nelayan Sangat Dirugikan dengan Kenaikan Harga BBM

"Upah buruh tiga tahun ini tidak mengalami kenaikan, tiba - tiba dia menaikkan harga BBM. Itu adalah kebijakan yang tidak mempunyai hati nurani bagi rakyat," tambahnya.

Ia mengatakan, kenaikan BBM pasti akan berdampak pada kebutuhan hidup yang juga akan mengalami kenaikan harga.

"Sudah pasti dampak dari kenaikan itu akan semua komoditas sembako, bahan pokok, kebutuhan masyarakat dan bahan produk lainnya pasti akan mengalami kenaikan," sebutnya.

Willy menjelaskan, langkah pemerintah menaikkan harga BBM yang tidak diimbangi dengan pendapatan masyarakat akan menciptakan angka kemiskinan di Indonesia.

Baca juga: Harga BBM Terbaru Pertalite, Solar, Pertamax di Seluruh Indonesia| Pertalite Naik 10.000 per Liter

"Tidak diimbangi dengan ekonomi masyarakat yang semakin menurun, sehingga pastinya menambahkan memiskinkan rakyat Indonesia pasca kenaikan ini," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kenaikan BBM ini tidak hanya berimbas kepada kaum buruh tetapi juga masyarakat kecil.

"Sangat berimbas, bukan hanya buruh saja tapi masyarakat kecil, semua kita akan terimbas dan ini pasti akan menimbulkan perlawanan rakyat kecil," ungkapnya.

Dia menambahkan, naiknya harga BBM yang secara dramatis ini juga akan mengakibatkan sejumlah buruh di PHK.

Baca juga: INGAT Janji Jokowi saat Kampanye, Sudah 7 Kali Harga BBM Naik Era Jokowi, Pengamat: Langgar Janji

"Karena tidak dibarengi dengan kenaikan upah, lapangan pekerjaan yang terbuka sehingga justru akan banyak korban PHK dengan naiknya bahan bakar minyak ini," ucapnya.

"Karena nanti apa yang diproduksi oleh perusahaan dengan naiknya harga produksi di pasaran barangnya nggak laku, kan sama doang," katanya.

"Enggak ada yang beli, karena nggak diimbangi dengan naiknya gaji buruh naiknya ekonomi rakyat, hanya di kasih BLT, BLT malah membuat rakyat malas bekerja, gimana mau beli barang untuk beli beras saja BLT nya itu," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved