Rapat Gabungan DPRD Siantar

Wakil Ketua DPRD Siantar Disebut Lakukan Politik Balas Dendam, Singgung Panglima Talam

Wali Kota Siantar, Susanti Dewayani diminta tidak melakukan politik balas dendam, dan diminta pilih ASN yang bermutu

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Rapat Gabungan Komisi DPRD Siantar dan Pemko Siantar terkait pemanfaatan GOR kepada pihak ketiga serta pelantikan dan pengangkatan Direksi Perumda Tirtauli yang dinilai banyak kejanggalan, Senin (5/9/2022) TRIBUN MEDAN - ALIJA MAGRIBI 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- Wakil Ketua DPRD Siantar, Mangatas Silalahi meminta Wali Kota Siantar Susanti Dewayani jangan memainkan politik balas dendam dalam proses pemilihan dan pengangkatan ASN maupun Direksi BUMD seperti dalam isu yang berkembang.

Hal itu disampaikan Mangatas dalam Rapat Gabungan Komisi DPRD Siantar - Pemko Siantar, Senin (5/9/2022) saat membahas Peralihan Fungsi GOR Siantar ke Pusat Perbelanjaan dan Pemberhentian/Pengangkatan Direksi PDAM Tirta Uli.

“Tolonglah dalam pengangkatan atau pelantikan atau apapun namanya soal ASN ini, janganlah lagi ada dendam-dendam politik. Karena saya sudah bersungut. Jujur saya terkejut ada dilantik. Silakan ibu membentuk pasukan ibu untuk membangun Siantar ini, silakan, tapi cari yang (ASN) terbaik,” kata Mangatas.

Baca juga: Perizinan IMB Diganti ke PBG, Dinas PUPR Kota Siantar Minta Warga Gunakan Website

Namun apa yang terjadi, kata Mangatas, ASN yang dipilih Susanti dalam menjalankan pemerintah justru tak mampu menyerap anggaran, bahkan sampai memasuki Semester II serapan anggaran APBD baru 23 persen. 

“Kan luar biasa ini. Sementara kita sudah mau masuk KUA PPAS lalu P-APBD 2022. Ibu nggak usah mendengar-dengar panglima talam. Cukup berkoordinasi dengan Gubernur dan Pemerintah atasan dengan dampingan Pak Sekda,” kata Mangatas.

“Nggak boleh ada itu (dendam politik),” tegas politikus asa Partai Golkar itu seraya menyebut banyak pengaruh panglima talam di lingkaran Wali Kota Siantar. 

Baca juga: Wali Kota Siantar Definitif, 44 CPNS yang Statusnya Menggantung 6 Bulan Akhirnya Terima SK

Senada dengan Mangatas, Anggota DPRD lainnya Baren Alijoyo Purba menyampaikan agar Wali Kota Siantar Susanti Dewayani lebih bijak memiliki ASN dalam memimpin Organisasi Perangkat Daerah (OPD), fungsional dan administrasi.

“Siantar ini milik kita bersama. Oleh karena itu siapapun yang mampu membangun Siantar silakan. Jangan ada dendam. Ini saya bicara juga sebagai putra daerah. Saya tidak mau mengangkat putra daerah Simalungun yang buta huruf yang bodoh. Tapi hargai itu yang mampu bersaing,” kata Baren. 

Disampaikan Politikus PDI-P tersebut, Susanti Dewayani banyak menyingkirkan SDM Siantar yang berkualitas sejak menjadi Plt maupun Defenitif Wali Kota Siantar.

Baca juga: Mafia Penyelundup BBM Kota Siantar Timbun Berton-ton Biosolar, Hendak Dipasok ke Riau

Ia pun menyayangkan hal itu terjadi kepada ASN yang selama ini bekerja bagus.

“Ini banyak yang tidak benar. Saya akan ribut terus. pemerintah kota pun dalam pengangkatan ini banyak terbuang yang punya SDM (berkualitas). Ini adalah yang membisikkan ibu wali yang sangat lugu makanya seperti ini,” kata Baren kembali.

Susanti Dewayani sendiri menerima masukkan yang disampaikan oleh seluruh anggota DPRD Pematangsiantar yang hadir dalam rapat gabungan komisi.

Terkait topik utama pembahasan dalam mengangkat dan memberhentikan direksi maupun dewan pengawas Perumda Tirta Uli, pihaknya akan mempelajari lebih lanjut dengan pemerintah atasan.

“Saya akan mempelajari aspek hukum dan lainnya, Pak dan Ibu DPRD,” singkat Susanti yang hadir dengan didampingi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Manajemen PDAM Tirta Uli Siantar.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved