Breaking News:

Brigadir J Ditembak Mati

BARESKIRM POLRI Sebut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Magelang Sulit untuk Dibuktikan

Informasi ada pelecehan seksual di Magelang baru berdasarkan keterangan tersangka Putri Candrawathi diperkuat saksi Susi, KM, asisten rumah tangga.

Editor: Abdi Tumanggor
KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA
Kabareskrim Komjen Agus Andrianto (kanan) saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Timsus Polri mengakui kesulitan membuktikan dugaan alamarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J melecehkan Putri Candrawathi di Magelang, Jawa Tengah.

Pasalnya, belum ada barang bukti yang bisa dijadikan sebagai dasar pengungkapan.

"Kesulitan kita di sana," kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Selasa (6/9/2022).

Diketahui, informasi ada pelecehan seksual di Magelang baru berdasarkan keterangan tersangka Putri Candrawathi diperkuat saksi Susi, KM, asisten rumah tangga (ART) Putri.

Namun, Agus mengatakan penyidik tak begitu saja percaya keterangan tersebut.

"Apa pun yang dinarasikan bagi kami penyidik ya harus didukung alat bukti yang ada," ujarnya.

Agus memastikan penyidik tim khusus (timsus) akan melakukan penyelidikan terkait dugaan pelecehan tersebut.

Pengusutan dilakukan bila keterangan tersangka Putri didukung bukti.

"Sepanjang didukung dengan alat bukti ya kita proses. Sayangnya mereka tidak melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian (Polres), sehingga tak ada olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengambilan bukti-bukti terkait kejadian tersebut," lanjutnya.

Sebelumnya, Komnas HAM dan Komnas Perempuan kompak menyebut Brigadir J melecehkan Putri di Magelang.

Brigadir J diduga memerkosa Putri berdasarkan hasil pemeriksaan istri eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo itu.

"Yang disampaikan kepada kami yang terjadi di Magelang adalah perkosaan," kata Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah dalam konferensi pers, Jumat (2/9/2022.

Berbekal keterangan Putri, Komnas Perempuan dan Komnas HAM memberikan rekomendasi. Isinya meminta Polri kembali mengusut kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri tersebut.

Di mana juga pengakuan Putri ini dilindungi UU TPKS yang baru disahkan pemerintah. Dalam Pasal 1 ayat 6 dinyatakan bahwa pengakuan satu korban saja tanpa ada saksi pun maka dianggap sebagai korban. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved