Belanja Oleh-oleh di Rumah UMKM Binaan Dekranasda

Berlokasi di Jl. Asahan, KM VI, Perumahan Sumber Jaya III, Kab. Simalungun akhirnya miliki pusat oleh-oleh hasil produksi UMKM masyarakat sendiri.

Editor: Ismail
Tribun Medan/HO
Kabupaten Simalungun akhirnya memiliki pusat oleh-oleh hasil produksi Usaha Mikeri Kecil Menangah (UKMK) masyarakat sendiri. 

TRIBUN-MEDAN.COM, SIMALUNGUN - Kabupaten Simalungun akhirnya memiliki pusat oleh-oleh hasil produksi Usaha Mikeri Kecil Menangah (UKMK) masyarakat sendiri. Lokasinya berada di Jalan Asahan, KM VI, Perumahan Sumber Jaya III, Nagori Sejahtera, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Pusat oleh-oleh Kabupaten Simalungun itu di kelola oleh Usaha Dagang (UD) Rizal Refalino Bersama Lisa (2RBL) dengan jorgan “Rame-rame Belanja Lo”, dan menjadi binaan Dekranasda dan TP PKK Kabupaten Simalungun.

Ketua Dekranasda Simalungun Ratnawati Br. Sidabutar menyampaikan, Kabupaten Simalungun diisi banyak anak-anak muda yang belum memiliki perkerjaan. Oleh karenanya, dengan adanya pusat oleh-oleh, kreasi dan inovasi pemuda bisa ditawarkan di sini.

“Jangan ada masyarakat mengira, saya di Simalungun ini untuk memperkaya diri. Tidak sama sekali. Saya hanya berpikir bagaimana meningkatkan ekonomi dengan pendidikan sesuai dengan visi misi bapak Bupati Rakyat Harus Sejahtera. Silakan pelaku UMKM di Simalungun menitip hasil usahanya di UD 2RBL ini untuk dipasarkan,” ujarnya Ratnawati.

Apalagi, Ratnawati bercerita, saat ini dirinya menyekolahkan 47 orang anak muda di Simalungun sebagai mahasiswa di berbagai universitas. Tentunya, dengan adanya pusat oleh-oleh, banyak pengusaha baru yang bisa bermanfaat untuk sesamanya. Ia sendiri sangat bersedia membagi motivasi dan kiat bisnis kepada masyarakat seperti apa yang sudah diraih bersama Bapak Radiapoh Hasiholan Sinaga.

“Dengan hadirnya UD 2RBL diharapkan dapat membangun kemitraan dengan UMKM yang ada di Simalungun. Banyak hasil industri rumahan di Simalungun yang dibina TP PKK,” kata Esron.

Sebelumnnya, Agus Syafrizal selaku Manager UD 2RBL mengatakan, inisiatif membuka usaha dengan jorgan “Rame-rama Belanja Lo”, dilatarbelakangi banyaknya UMKM di Kabupaten Simalungun. Namun mengalami kesulitan untuk memasarkan hasil produksinya.

“Ada sekitar 30 ribu pelaku UMKM di Simalungun. Masalahnya, mereka bingung untuk memasarkan hasil produksinya. Oleh karena itu atas dukungan dari Dekranasda Simalungun kami membuka usaha ini sebagai wadah bagi UMKM memasarkan hasil produksinya. Usaha kita maju karena adanya dukungan dari pemerintah. Kalau mau rakyat sejahtera dukunglah UMKM,”tandasnya.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved