Festival Kue Bulan
Festival Kue Bulan, Bentuk Rasa Syukur dan Kebersamaan Antar Sesama
Bertanya hal menarik dari festival ini Brilian mengatakan akan ada sembilan pembawa acara yang menemani para tamu dan hadirin sekalian malam ini.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Perwakilan Umat Budha Sumatera Utara (Walubi) mengadakan festival kue bulan yang dikemas dengan mengusung konsep kebersamaan, bertajuk malam kebersamaan bulan purnama.
Festival yang biasa diadakan pada pertengahan musim gugur ini berlangsung di Wisma Benteng Medan, Minggu (4/9/2022).
Moment ini biasa dijadikan sebagai waktu berkumpul dengan sanak saudara dan kerabat.
Sama halnya dengan festival yang diadakan malam ini, Ketua komunitas masyarakat peduli amal dan kebajikan (KOMPAK) Iwan Hartono Alam mengatakan acara malam ini menjadi ajang berkumpul dengan berbagai ormas keagamaan tokoh masyarakat dan lain sebagainya.
Baca juga: Tradisi Festival Kue Bulan di Medan Ciptakan Kebersamaan Antar Sesama
"Setelah dua tahun dilanda Covid- 19 ini adalah moment yang sangat pas untuk mengadakan festival kue bulan, kita berkumpul bersama dan saling bertegur sapa. Harusnya perayaan jatuh pada tanggal 10 bulan September ini, namun kita laksanakan lebih dulu," ujar Iwan.
Iwan menjelaskan dalam festival kue bulan itu tentu wajib ada kue bulan yang menyertai acara.
Festival moon cake ini sendiri merupakan acara tahunan yang jaman dulu adalah sebagai perhelatan pada musim setelah panen tiba.
Sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen.
Disisi lain Brilian Moktar selaku Ketua dari WALUBI mengatakan ini adalah kebudayaan yang harus dilestarikan, tak hanya Indonesia bahkan dunia melaksanakan festival ini.
Baca juga: Makan Kue Bulan Selama 3 Hari Sebagai Pengganti Nasi, Wanita Ini Alami Pendarahan Perut
"Ini adalah budaya yang harus dilestarikan, bahkan tak hanya Indonesia yang melaksanakan kegiatan festival moon cake ini, tapi beberapa negara lainnya pun juga. Selain itu acara malam ini menyatukan kembali jarak yang selama dua tahun ini sudah memisahkan kita akibat Covid-19," tuturnya.
Bertanya hal menarik dari festival ini Brilian mengatakan akan ada sembilan pembawa acara yang menemani para tamu dan hadirin sekalian malam ini.
"Uniknya malam ini kita pakai sembilan MC dan seluruh kegiatan ini yang hadir gratis tidak dipungut biaya apapun," sebutnya.
Dimulai dengan tarian dan kata sambutan, tampak para pengunjung saling asik bersapa salam.
Doa yang hikmat pun turut menyertai dalam perayaan festival kue bulan malam itu.
(cr26/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Festival-Kue-bulan-berlangsung-di-Wisma-Benteng.jpg)