Pemkab Sergai

Bupati Sergai Darma Wijaya Harapkan Festival Budaya Laut Tingkatkan Eksistensi Pulau Berhala

Festival Budaya Laut yang diselenggarakan di Pulau Berhala diharapkan mampu mengenalkan dan meningkatkan eksistensi tempat wisata ini kepada wisatawan

Editor: Satia
Dok. Pemkab Serdangbedagai
Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya saat menerima audiensi Komunitas Seni Telangkai selaku penyelenggara festival di kantornya, Selasa (6/9/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM, SERGAI - Festival Budaya Laut yang diselenggarakan di Pulau Berhala mulai 16-19 September, diharapkan mampu mengenalkan dan meningkatkan eksistensi Pulau Berhala kepada masyarakat luas sehingga menarik kunjungan wisatawan.

Hal ini disampaikan Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya saat menerima audiensi Komunitas Seni Telangkai selaku penyelenggara festival di kantornya, Selasa (6/9/2022).

Bukan hanya Pulau Berhala, Darma juga berharap lewat kegiatan ini, kearifan budaya setempat juga dapat terus terjaga.

"Ini kegiatan yang sangat baik. Kami berharap rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar karena bukan hanya Pulau Berhala saja yang akan terekspos tapi kearifan budaya kita akan terus dikenal dan terjaga untuk generasi sekarang," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Darma mengapresiasi keseriusan komunitas dalam menyelenggarakan acara yang turut difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Komitmen untuk menjadi komunitas yang mandiri dan menjaga kearifan seni budaya khususnya di Tanjung Beringin, saya harap terus dikembangkan. Jangan sampai budaya yang kita miliki diakui oleh orang lain," pesannya.

Terkait Pulau Berhala, pria yang akrab disapa Wiwik ini menginformasikan Pemkab tengah berencana menghidupkan kembali dermaga di Tanjung Beringin sebagai salah satu pintu masuk menuju Pulau Berhala.

"Semuanya masih proses. Semoga tahapannya bisa segera selesai," pungkasnya.

Sebelumnya, Ifwanul Hakim mengungkapkan sederet kegiatan budaya yang akan berlangsung di pulau terluar Indonesia itu.

"Festival Budaya Laut Alam, Budaya, Kedaulatan ini akan mengangkat kebudayaan orang laut khususnya di Bedagai seperti senandung, zikir laut, seni pertunjukan tari, musik, dan permainan tradisonal," paparnya sembafi menginformasikan 50 peserta turut hadir dalam festival ini.

Ifwanul juga mengatakan sebelum pandemi, komunitas yang berdiir sejak tahun 2016 ini juga pernah menggelar kegiatan tahunan yang bertajuk Festival Pulut Kuning.

"Semoga setelah pandemi yang menurun, kami bisa berkegiatan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya," harapnya.

Turut hadir dalam audiensi yakni Asisten bidang Perekonomian Drs Nasrul Aziz Siregar, Kadis Poraparbud Drs Zulfikar, serta jajaran kepanitiaan Komunitas Seni Telangkai.

 

*

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved