Berita Sumut

Kerap Merugi Setiap Hari, Sopir Angkot di Dairi Minta Ongkos Penumpang Segera Dinaikkan

Dishub Kabupaten Dairi bersama para sopir angkutan umum antar desa maupun kecamatan sepakat menaikkan tarif sebesar 14 sampai 20 persen.

Tribun Medan/Alvi Syahrin Najib Suwitra
sopir Angkot Trayek 12, Sahdin Angkat mengeluhkan tarif penumpang yang belum Naik pasca-kenaikan harga BBM.   

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Dairi bersama para sopir angkutan umum antar desa maupun kecamatan sepakat menaikkan tarif penumpang sebesar 14 sampai 20 persen.

Kesepakatan itu terjadi usai Dishub Kabupaten Dairi bersama para sopir angkutan umum melakukan rapat pembahasan terkait harga ongkos angkutan umum di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Dairi.

Salah seorang sopir angkutan umum dengan Trayek Nomor 12, Sahdin Angkat berharap kenaikan ongkos tersebut segera diberlakukan secepatnya.

Baca juga: Sopir Angkot Sudah Naikkan Tarif Penumpang, Dishub Siantar Bakal Gelar Rapat Bersama Stakeholder

"Kalau kata kadisnya, kita harus menunggu keputusan dari Bupati dulu. Tapi kami mendesak supaya naik ini. Ya kalau saya sih berharap besok kalau bisa sudah dinaikkan harga (ongkosnya), " ujar Sahdin.

Kenaikan tarif tersebut bukan tanpa sebab. Pasalnya, para sopir angkot harus memberikan setoran kepada tauke (pemilik) mobil yang dikemudikannya.

"Kita pun harus bayar setoran juga sama tauke. Tauke pun begitu juga bang. Mereka beli sparepart (angkot), soalnya harga sparepart juga naik sebelum BBM ini naik, " Terangnya.

Alhasil, dirinya pun bersama para sopir angkutan umum lainnya setiap hari harus membayar setoran lebih daripada hasil yang ia dapat setiap kali membawa angkutan umum.

"Penghasilan setiap hari ya nombok. Rata - rata Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per hari, " Sebutnya.

Adapun kenaikan harga ongkos yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi sebesar seribu rupiah. Akan tetapi, menurutnya jumlah tersebut masih kurang.

"Ya sebenarnya itu sih kurang. Kalau bisa di atas seribu rupiah lah. Tapi ya kita memikirkan masyarakat juga jangan sampai naik tinggi kali," jelasnya.

Baca juga: Sopir Angkot di Kota Medan Sudah Naikkan Tarif, Meski Pemko Medan Belum Beri Keputusan

Dirinya pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten Dairi untuk lebih mementingkan nasib para sopir angkot beserta pengusahanya.

"Ya kami berharap bagaimana kebijakan pemerintah lah dalam memikirkan nasib para sopir dan pengusahanya," tutupnya.

(cr7/tribun-medan.com)


 
 

 
 
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved