Pengepul BBM Subsidi

Pengepul BBM Subsidi di Kota Siantar Rencananya Ingin Cari Untung di Kabupaten Simalungun

Tersangka pengepul BBM subsidi di Kota Siantar ternyata ingin cari untung di Kabupaten Simalungun

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Mobil tersangka pengepul BBM subsidi saat diamankan petugas Polres Siantar 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- Risman Nainggolan (45), pengepul BBM subsidi yang ditangkap Polres Siantar pada Senin (5/9/2022) kemarin ternyata ingin cari untung di Kabupaten Simalungun.

Dari hasil penyidikan polisi, pengepul BBM subsidi ini diketahui sudah melakukan aksi serupa berulang-ulang.

Menurut Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Banuara Manurung mengatakan, ada 18 jeriken berisi BBM dan mobil Isuzu Panther yang dipakai Risman Nainggolan beraksi.

Baca juga: BBM Subsidi Naik, Pedagang Kecil Terancam Gulung Tikar Akibat Sepi Pembeli

“Polisi mencurigai mobil Panther B 7612 HC yang mengisi BBM Solar Subsidi di SPBU NO 14211210 Jalan Parapat Pematangsiantar secara berulang-ulang. Setelah itu petugas mengikuti mobil Panther B 7612 HC keluar dari SPBU tersebut dan ketika mobil tersebut berhenti di Jalan Parapat Pematangsiantar,” kata Banuara.

Petugas kepolisian pun memeriksa muatan mobil B 6712 HC yang dikemudikan pelaku sendiri, dan pada saat dilakukan pemeriksaan, ternyata dalam mobil tersebut ada bermuatan 18 jeriken berisi BBM solar subsidi dengan total lebih kurang 540 liter.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap Risman Nainggolan, BBM bio solar bersubsidi tersebut rencananya dijual pelaku dengan harga per 1 liter sebesar Rp 8.000; ke daerah Desa Togu Domu Nauli, Kabupaten Simalungun.

Baca juga: Alasan Jokowi Naikkan Harga BBM Subsidi: Gejolak Harga Minyak Dunia, Subsidi BBM Dialihkan

“Rencana mau dijual di kampung tempat tinggal pelaku. dan berdasarkan pengakuan Risman, dirinya tidak ada memiliki izin dari Pihak berwenang melakukan usaha dagang BBM Subsidi Pemerintah,” kata Banuara.

Adapun aksi ini dilakukan pelaku sudah setahun terakhir.

Jauh sebelum kenaikan BBM per 3 September 2022, Risman Nainggolan kerap mengepul BBM subsidi dari SPBU ke SPBU lainnya.

Kini atas perbuatannya, Risman Nainggolan ditetapkan sebagai tersangka atas Tindak Pidana menyalahgunakan pengangkutan dan /atau Niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang di subsidi Pemerintah, Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved